Lubukgambir's Blog

Segala hal tentang Pasisie Salatan

Tambo Kubuang Tigo Baleh (bag. 2)


kec kubuang

Tanjuang bingkuang

berasal dari tanjung yang dilingkungi air (tanjung balingkung). Ninik berasal dari Pariangan.

Penyebaran ninik : gaung, aripan, kuncir, singkarak, saniang baka. Nagari ini menganut aliran Bodi caniago sehingga tidak ada balai adat.

Suku : caniago, caniago pinang taba, melayu, sikumbang, ampek paruik, sumpadang, balai mansiang, koto dan kutianyia.

gantung ciri

berasal dari gantung dan ciri (gelang). Anak perempuan dt rajo alam (suku jambak) kehilangan gelang yg digantungkan di cabang sebuah kayu dekat pemandian. Versi lain menghubungan dengan ‘sandi limbago nan ampek’ yakni ‘barih balabeh’, bungka naraco cupak gantang dan suru gunjai. Masyarakat yg datang dari timur disebut cupak gantag yg menguasai perekonomian. Nagari mereka disebut Cupak. Sedangkan yg lain disebut Gantang.  Orang yg datang dari Padang sabaleh menguasai sosial budaya ‘suru gunjai (suri nan ditanun, gunjai nan diuleh).  Gantang suri menjadi gantuang ciri.

Ketika Islam masuk, suri gunjai diubah menjadi suri tauladan.  Orang padang sabaleh disebut memegang tauladan lalu ladan yakni di jawi2 sekarang.

Gantuang ciri termasuk konfederasi Kubuang 13 :

  1. Solok
  2. Selayo
  3. Guguak
  4. Koto Anau
  5. Cupak
  6. Gantuang Ciri
  7. Kinari
  8. Muaro Paneh
  9. Gaung
  10. Panyakalan
  11. Sirukam
  12. Supayang
  13. Sariak Alahan Tigo

Solok, Guguak, Koto Anau, Gaung dan Panyakalan merupakan Bodi Caniago (Koto Anau duduk seorang raja Dt Bagindo yg Pituan menerapkan sistem Koto Piliang) maka Salayo dan beberapa nagari menganut kelarasan Koto Piliang. Termasuk Gantung Ciri. Mereka adalah : Salayo, Cupak, Gantuang Ciri, Sirukam, Supayang, Kinari, Muaro Paneh dan Sariek Alahan Tigo).

Dulu sir Thomas Stanford Raffles (Gubernur EIC Pesisir Barat Sumatera) dalam perjalanan ke Simawang utk menobatkan Tuan Gadih Puti Reno Sumpua untuk membatalkan pemerintahan di Minangkabau  pemerintahan mulai tidak berfungsi. Thomas menginap di Gantung Ciri.

Suku : piliang, jambak, caniago, bendang, bendang melayu dan tanjuang guci.

Koto ilalang

sebelumnya ninik tinggal di koto tingga. Kemudian pindah ke koto galapuang. Karena tidak terlihat dari solok maka dikatakan sbg koto nan ilang. Kemudian datang 8 ninik dari Paninggahan dan Saniang Baka. Nagari ini sudah ada sejak era Belanda.

Suku : melayu, piliang, jambak, tanjuang dan caniago.

koto laweh

berasal dari kata panyaok (penutup) nan laweh pada peristiwa perdamaian silungkang dan solok karena sawah orang solok direbut oleh orang silungkang.

Suku : melayu jariang, melayu bumbun, melayu tabek, piliang, sungainapa, sikumbang, sumpadang, kutianyia.

panyakalan

suku : kutianyia, sungai napa, tanjuang, supanjang, melayu, balai mansiang

kec x koto diateh (berbatasan dg Sawahlunto dan kota Solok)

kuncia

namanya diambil dari nama kayu kuncir yang sangat besar. Kayu ini menaungi nagari Muaro Paneh dan Tanjung Alai.

Suku : caniago, piliang, supanjang, sumagek, sungainapa.

bukik kanduang

ninik berasal dari Pariangan Padang Panjang. Niniknya bernama Panjang Langan (nama daerah panjalangan).

Rute : bukit koto ke bukik coliak (pasiliahan), padang data, lubuk kaki ke koto tuo, galundi (sawah laweh).

Asal usul namanya adalah nagari yg dikanduang bukik (bukik marawa, bukik koto (tanah data), bukik coliak, bukik tungku, bukik batu tajam, bukik puncak raya).

Suku : piliang ateh, piliang ilia, piliang tangah, piliang balai, tanjung bendang, payo bada, caniago dan simabua.

pasilihan

berasal dari istilah katitiran di ujung tanduak raja pagaruyung (basa ampekbalai). Sebelumnya bernama Pijak Payo Anyia. Versi lain menyatakan bahwa pasilihan berarti perebutan wilayah antara Tana Datar dengan sawahlunto Sijunjung.

Suku : piliang limo payuang, bodi 5 payung, 5 panjang.

sulik aie

ninik berasal dari Pariangan Padang Panjang melewati perbukitan guguak tigo tungku, tanjung balik dan tanjung balai.

Suku : simabua, limo singkek, limo payung, piliang.

sibarambang

ninik siba nan salapan menyebut mata air yg bergelombang sebagai sibarambang. Sebelumnya karimbang batu alang kemudian menjadi sibarambang batu alang.

Pd tahun 1983 dimekarkan menjadi dua desa yaitu sibarambang batu alang dan sibarambang ateh.

Suku : dalimo, pitopang, bendang, sikumbang, sumpadang.

kec. Pantai camin

lolo

berasal dari istilah manyaloloh (maloloh) ka bawah.  Penduduk taratak menyololoh ke daerah bawah yg lebih luas.  Suku pertama yg datang : melayu, caniago, tanjuang.

Suku : melayu, caniago, tanjung panai, bendang, tanjung batutah, kutianyia

bida alam

sebelumnya bernama Bamban/bumbun. Seorang dubalang nagari ini bernama dt. Inyiak saradadu berhasil menikam utusan Pagaruyung yang selalu meminta upeti. Mayatnya dibuang di sungai yang kemudian terkenal Batang Batikam. Peristiwa ini membuat pagaruyung marah dan mengirim pasukan ke ‘rantai 12 koto’ untuk membalas perbuatan ninik tsb. Tapi oleh ninik bumbun diadakan perundingan. Akhirnya ninik bumbun harus membayar denda berupa emas sebanyak sekundi sekundio (emas seisi lesung pasuk, secangkir kecil dan sepanjang tali bajak). Denda tsb harus dibayar seisi lubang bawah jakun dan seisi lubang ujung pergelangan tangan. Fihak pagaruyung tidak menyukai perundingan spt ini. Perundingan dilanjutkan di lubuk baulang.

Kasus serupa terjadi lagi pada era Belanda. Inilah yg membuat nagari ini diberi nama bida alam artinya sinar purnama yg menyinari alam. Leluhur mereka masih berkaitan dg 12 ninik yg merantau ke rantau 12 koto. Ninik yg menetap di Bida Alam bernama Inyiak Rajo Angek Garang.

Suku : caniago, melayu, kampai, panai, kutianyia

abai

tiga orang ninik berasal dari Jambi (yg juga berasal dari Pagaruyung) yaitu Inyiak Talanai Sati di Bukik Kubuang, Inyiak Pintu Basa di Siangik dan Inyiak Rajo Tuo di Padang Padamaian. Waktu masih berupa hutan lebat ketiga ninik berusaha saling panggil atau obai-maobai.

Suku : melayu, kampai, panai, caniago, tigo lareh, sikumbang dan kutianyia.

dusun tangah

pada masa Belanda, 8 ninik berunding untuk mencari pemukiman baru karena dusun tuo sudah sesak.

Ninik yg datang berhubungan dg 12 ninik yg merantau di 12 Koto :

4 koto dia the : lb. gadang, lb malako, bida alam, koto japang

4 koto di bawah : lb. langaliang, batu gajah, pulau panjang, tangalau

4 koto di tangah : abai, dusun tangah, batu kadondong, sitapuah.

Ninik pertama yang menetap : Inyiak Tabun Tayieh.

9 suku :

1. melayu sigintir

2. balai mansiang

3. melayu lubuk bolang

4. sagading balisik

5. tigo lareh

6. caniago

7. melayu kampuang dalam

8. melayu sigadiang

9. melayu tigo lareh

Kecamatan Lembang jaya

limo lunggo

di nagari ini sering diadakan rapat ninik mamak kelarasan Koto Nan Anam : Tanah Sirah – Sungai Janiah, Batu banyak simpang tanjuang nan ampek, limo lunggo batu bajanjang, koto laweh taratak baru, koto tanang batu bulek, dan tanjung gadang.

Awalnya bernama Limo Runggo.

Suku : caniago, tanjung, melayu

batu banyak

secara etimologi berasal dari kata ‘batu bahanyakkan’ kedalam tanah. Versi lain mengatakan bhw ada batu tempat menyimpan keris dan gong yang hilang.

Suku : melayu, caniago dan tanjuang.

Kecamatan Lembah gumanti

alahan panjang

awalnya datang 2 ninik. Nagari ini dipisahkan oleh sungai Batang Gumanti.

Suku : caniago, melayu, tanjuang.

talang babungo

sebelumnya bernama alung bunian. Talang babungo adalah nama mahar antara Gadih Longgah (Gadis terlambat nikah) dengan Dt. Bagindo Nan Gadang berupa bunga Talang/bambu. Perisitwa ini terjadi di Kinari. Leluhur mereka keturunan dari 13 ninik.

Rute : melewati batang palangki sumpu garabak data, batang tundinan, perasahan, sungai lembah gumanti, talaok koto tuo.

Inyiak nan 5 : Imam Panjang, Bagindo Nan Gadang, Nan Basa, Nan Pituan,Rajo Magek.

Suku : caniago, kutianyia, elayu, panai, koto, tanjuang.

Sirukam

berasal dari nama seorang putri yang ‘disurukkan’ karena dikejar oleh tentara dari Pagaryung di lokasi berupa tabek dalam bukit. Juga ada nama tempat menyaruk pohon Sirukam. Berkaitan dengan peristiwa 13 ninik yang menetap di selatan luhak tanah datar.

Suku : melayu, panai, tanjung, caniago dan kutianyi.

supayang

leluhur berasal dari Gunuang Merapi yg melewati perbukitan sampai mundam tanah toraja. Terus ke lurah nan tigo dibuat taratak baru, taratak baso dan taratak kubang.

Nama supayang berasal dari Sumpah Yang dipasatihi (sumpah yg diyakini menjadi sakti) dimana ada sebuah tempat bersumpahnya 10 orang datuk yg di hilir, 10 di mudik, 5 i nagari siaro-aro dan 5 datuk di supayang  (10 di hilir + 5 di koto baru dan 5 di Mundam Sati). Semunay disebut Kubuang Barajo Ka Mufakat (Bodi Caniago).

Suku : melayu panai, caniago, tanjung, kutianyia.

batu bajanjang

leluhur mereka berasal dari Palangki Muaro Bodi bernama Inyiak Talanai Sati yg dinikahi oleh Inyiak Tuo. Kemudian datang leluhur asal Tanjuang Bingkuang yang bersuku Melayu, daerah Kinari bersuku Melayu, dari Muaro paneh juga bersuku Melayu dan suku Melayu dari Ampek Koto.

Suku : panai, melayu, caniago, tanjuang muaro paneh, tanjung kinari, tanjuang (tj Bingkuang), tanjung koto ampek, koto dan kutianyie.

Bukik Tandang

Sebelumnya bernama Lintahan yaitu sebuah taratak asal orang Bukit Tandang namun sangat banyak lintahnya.  Akhirnya mereka pindah ke Koto Tinggi. Tapi ditempat baru ini kesulitan air. Pindah lahi ke Lansano karena terdapat kayu Lansano disana yang dianggap keramat.

Tanah subur ini banyak ditumbuhi berbagai jenis buah2an yang membuat orang banyak bertandang / berkunjung maka dinamakan derah ini Bukit Tandang. Buah2an yang terkenal adalah durian sehelai sarawa karena untk mendapatkannya harus barter dengan sehelai celana.

Rute Perjalanan ninik moyang : Selayo, Cupak, Koto Gadang Guguak, Bukit Tandang.

Suku : caniago, supanjang, sungai napa, kutianyia, lubuk batang.

parambahan

nagari ini sudah ada sejak terjadinya perang Jambi dan Minangkabau yg terjadi di Padang Sibusuk. ninik mamak pertama datang berasal dari kapalo Batu Alam yang kemudian menelusuri rimbo tangah terus ke Dilam. Tujuannya datang untuk mencari hamparan yang cocok utk melaco menjadi taratak. Sesampainya di bukit koto, ninik mamak melihat sekeliling ke arah barat sampai daerah guguk panjang yg disebut nagari parambahan. Ninik mamak yang meninggal dikuburkan di Kinari.

Suku : tanjung, panai, caniago dan kutianyia.

Kinari

Ninik mamak berasal dari Linjuang Koto Tinggi. Rute perjalanan melalui Dilam terus ke Parambahan.

Suku : melayu, melayu panai, tanjung, koto, caniago, guci, kutianyia dan sikumbang.

About these ads

2 Komentar

    Trackbacks

    1. Tambo Luhak Kubuang Tigo Baleh « Paco Paco
    2. Nama Daerah Dalam Identitas Suku « Paco Paco

    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s

    Ikuti

    Get every new post delivered to your Inbox.

    Bergabunglah dengan 25 pengikut lainnya.

    %d bloggers like this: