Lubukgambir's Blog

Segala hal tentang Pasisie Salatan

Daily Archives: Maret 27th, 2010

Undang-undang Darmasraya

Undang-undang Darmasraya adalah undang-undang yang berisi aturan pemerintahan Darmasraya, terutama yang berlaku di bumi Kerinci, sehingga disebut juga dengan naskah Tanjung Tanah. Naskah Tanjung Tanah diperkirakan ditulis sekitar tahun 1304 sampa 1397, di zaman kejayaan Adityawarman. Naskah tanjung tanah di kerinci di bawah ini ditulis dalam bahasa campuran antara bahasa melayu dan bahasa sanskerta. Ada …

Baca selebihnya »

Orang Rupit

Dalam beberapa Tambo terdapat sedikit cerita tentang orang Rupit (Urang Rupik). dikatakan bahwa sebelum kedatangan orang-orang Minang dari Luhak Nan Tigo ke Padang (kota Padang sekarang), Sungai Pagu (Solok Selatan) dan Banda Sapuluh (Pesisir Selatan), sudah bermukim di wilayah ini orang-orang Rupit. Malah ada yang disebut sebagai orang Tirau. siapakah sebenarnya Orang Rupit ini? Kalau …

Baca selebihnya »

Sejarah Kota Padang

Terdapat 2 buah versi mengenai sejarah berdirinya kota Padang, yaitu: versi Tambo dan versi Hofman seorang opperkoopman di Padang pada tahun 1710 dan juga pengarang mengenai adat dan sejarah Minangkabau (terutama adat matrilineal). Opperkoopman sebutan pada wakil Belanda untuk suatu daerah yang belum ditaklukkan Belanda. Kota Padang belum ditaklukkan saat itu sedangkan untuk daerah jajahan …

Baca selebihnya »

Tambo Kota Padang

1. Prakata Alam barajo , nagari bapanghulu, Kampung batuah, rumah batunganai, Minangkabau barajo bana, rantau barajo-rajo Mengaji dari alif, Memanjek  dari bawah, Membilang dari aso Saanak sakamanakan, sahino samalu Barek samo dipikua, ringan samo dijinjiang Dengan mengucapkan rasa puji dan syukur ke hadirat Allah SWT, kita panjatkan doa dan salam kepada  Nabi besar Muhammad SAW. …

Baca selebihnya »

Sejarah Pasisie Salatan

Kabupaten Pesisir Selatan adalah sebuah kabupaten di Sumatera Barat, Indonesia. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 5.749,89 km² dan populasi 400.000 jiwa. Ibu kotanya ialah Painan. Batas Wilayah Kabupaten Pesisir Selatan, sebelah utara berbatasan dengan Kota Padang, sebelah timur dengan Kabupaten Solok dan Provinsi Jambi, sebelah selatan dengan Provinsi Bengkulu dan sebelah barat dengan Samudera Indonesia. …

Baca selebihnya »

Sutan dan Puti

Sutan Sutan adalah nama kecil atau gelar bangsawan Minangkabau, yang merupakan pergeseran penyebutan untuk Sultan (yang berarti raja) dalam Bahasa Minang. Dalam kebiasan masyarakat Minang tempo dulu, penyebutan huruf “r” dan “l” sering menghilang. Tak jarang huruf “r” bila di tengah sebuah “kata” berubah pengucapannya menjadi “gh”,”h” dan “l” atau menghilang. Tapi ada pendapat lain …

Baca selebihnya »

Siapakah Katumanggungan?

Selain nama Parpatih, juga sering disebut nama Ketumanggungan dalam Tambo Minangkabau. karena ia seorang datuk maka disebut sebagai Datuk Ketumanggungan (dieja ‘Datuak Katumangguangan’ dalam dialek Minang). ada pula yang menggunakan nama yang mirip yaitu ‘datuak tumangguang’, ‘datuak mangguang’ dan seterusnya. dalam sejarah kerajaan Kandis dan Koto Alang juga disebut nama Tumenggung bersama Patih, memimpin kedua …

Baca selebihnya »

Siapakah Parpatih?

Dalam Tambo sering disebut-sebut nama Parpatih. Dalam dialek Minang dipanggil Parapatiah, Parpatiah, Datuak Parpatiah, Datuak Parpatiah Nan Sabatang dan seterusnya. dikatakan bahwa beliau adalah salah seorang pengasas adat Minangkabau terutama Kelarasan Bodi Caniago. beliau mengajarkan sebuah kelarasan yang bercirikan filosofi Buddhisme yaitu memandang semua manusia mempunyai derajat yang sama, tidak berkasta dan menentang sistem feodal, …

Baca selebihnya »

Kerajaan Champa dan Inderapura

Kerajaan Champa (Champo, Chiem Thanh) adalah sebuah kerajaan yang pernah berdiri di Vietnam pada masa lampau, sekitar abad 7 sampai awal pertengahan abad 19. Nama Champa dikenal di Minang dengan sebutan Campo pada penamaan Harimau Campo. Inderapura juga disebut sebagai nama sebuah tempat atau kadipaten dalam kerajaan Champa. Konfederasi kota Sebelum tahun 1471, Champa merupakan …

Baca selebihnya »

Tambo Kerinci

Nenek Indar Bayang turun dari negeri Koto Batu ‘bapagaruyung’, ia hendak menjalang luak Kunci (maksudnya: Kincai = Kerinci) Sungai Kunci, maka didaki gunung Senggalang, lepas dari gunong itu didaki pula gunung Berapi, lepas dari gunung itu didaki pula gunung Saga, tetapat di Pariang Padang Panjang. Maka dia tempuh Pariang Padang Panjang, maka dia ruang rimba …

Baca selebihnya »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.529 pengikut lainnya.