Tanjuang Kaciak

Kaum Pasukuan "Bujang Sambilan" dari Muaro Paneh Kubuang XIII di Bayang Nan VII – Pessel

Sholawat untuk orang yang baru meninggal


di kampung saya (Bayang) ada sebuah tradisi membaca buku sholawat nabi untuk orang yang baru meninggal. buku tersebut berukuran agak kecil, sekitar 17 x 13 cm dan tebal sekitar 25 cm. saya kurang tahu juga terbitan darimana. nanti saya akan cek lagi. bukut tersebut berisi bacaan-bacaan sholawat.

pembacaan sholawat atau istilah di kampung saya yaitu ‘salawek’ atau ‘silawek’, dilakukan secara bersama-sama, biasanya oleh pemuda-pemuda dan sedikit pemudi. dipimpin oleh seorang guru sholawat. sholawat ini dilakukan selama 3 malam berturut-turut untuk orang dewasa yang meninggal dan satu malam saja apabila yang meninggal anak kecil. dimulai dengan membaca al fatihah dan disudahi dengan do’a sholawat oleh guru.

biasanya tuan rumah atau kerabat menyediakan minuman ringan misalnya teh manis atau kopi manis bagi para peserta sholawat. ada juga ulama yang protes dengan jamuan dari tuan rumah ini karena dikawatirkan akan memberatkan keluarga yang ditimpa musibah.

saya tidak melihat tradisi sholawat ini di daerah lain. di daerah lain saya lihat orang-orang hanya melakukan tahlil dan yasinan bila ada yang meninggal.

kenapa bisa beda ya? ini perlu ditelusuri lebih lanjut

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 29 other followers

%d bloggers like this: