Tanjuang Kaciak

Kaum Pasukuan "Bujang Sambilan" dari Muaro Paneh Kubuang XIII di Bayang Nan VII – Pessel

Banda Sapuluh


Bandar Sepuluh (Bahasa Minangkabau : Banda Sapuluah atau Banda X) adalah wilayah konfederasi sepuluh nagari yang sekarang menjadi bagian terbesar wilayah Kabupaten Pesisir Selatan yang secara geneologis historis merupakan wilayah rantau dari penduduk Alam Surambi Sungai Pagu.

Sejarah

Banda Sapuluah merupakan daerah Minangkabau yang penting di masa lalu karena dari sinilah dikapalkan emas, lada, dan bahan-bahan hasil pertanian dan hutan lainnya ke manca negara. Emas adalah komoditi penting di masa lalu yang berasal dari kawasan Pesisir Pantai Sumatera Barat ini. Di dalam pepatah pidato adat Alam Minangkabau dikatakan bahwa ameh manah dari Banda Sapuluah (Emas dari Bandar Sepuluh). Jadi dapat dikatakan bahwa kawasan Banda Sapuluah di masa lalu adalah kawasan lalu lintas perdagangan internasional. Jika kita melihat kondisi saat ini di kawasan Banda Sapuluah, kita tidak menyangka bahwa pada zaman dahulunya pelabuhan-pelabuhan di Banda Sapuluah adalah pelabuhan yang penting dan ramai dikunjungi oleh pedagang dari manca negara.

Wilayah Banda Sapuluah

Wilayah-wilayah yang disebut Banda Sapuluah terdiri dari sepuluh nagari sebagai berikut :

  1. Aie Haji (sekarang masuk kedalam Kecamatan Linggo Sari Baganti)
  2. Sungai Tunu (sekarang masuk Kecamatan Linggo Sari Baganti
  3. Palangai (Kecamatan Ranah Pesisir)
  4. Punggasan (Kecamatan Linggo Sari Baganti)
  5. Lakitan (Kecamatan Ranah Pesisir)
  6. Kambang (Kecamatan Lengayang)
  7. Ampiang Parak (Kecamatan Sutera)
  8. Surantiah (Kecamatan Sutera)
  9. Batang Kapeh (Kecamatan Batang Kapas)
  10. Bungo Pasang (Kecamatan Empat Jurai), dimana terdapat tambang emas Salido dan ibukota Pesisir Selatan, Painan.

Kesepuluh Nagari tersebut merupakan daerah rantau dari masyarakat Alam Surambi Sungai Pagu.

Wilayah di luar Banda Sapuluah

Selain kawasan Bandar Sepuluh, ada beberapa nagari di Kabupaten Pesisir Selatan yang tidak disebut Bandar Sepuluh karena latar belakang historis yang berbeda. Nagari tersebut adalah Nagari Bayang, Tarusan Koto Sabaleh, Inderapura, Tapan dan Lunang Silaut. Nenek moyang Tarusan dan Bayang berasal dari Nagari Muaro Paneh, Solok yang masuk kedalam konfederasi Luhak Kubuang Tigo Baleh. Sedangkan Nagari Indopuro atau Inderapura dan Lunang sebagian berasal dari Sungai Pagu, Solok Selatan sekarang, Luhak Tanah Datar dan daerah sekitar yaitu Kerinci dan bengkulu. Nagari Indopuro (Inderapura) pada zaman dahulunya terdapat Kerajaan Inderapura, sebuah kerajaan besar dan penting di kawasan pantai barat Sumatera.

4 Comments

  1. Asslm dusanak, konon nenek moyang saya bernama Salbiah. Sebelum menikah dengan kakek moyong saya beliau pernah menikah dengan Tentara Inggris, dikarunia 2 orang anak, laki-Rafles (meninggal di Bengkulu), perempuan (?tidak diketahui namanya) pulang ke Inggris, Buyut Salbiah tinggal di rumah gadang di belakang tansi kota Padang (saat ini hanya tonggak2, sudah diperjual belikan orang, dan sampai sekarang tidak ada bangunan apa2). Konon, rumah gadang tersebut musnah kena bom musuh saat perang dunia II. Saya sedang menelusuri sejarah, asal muasal desa nenek moyang kami ini. Suku apa dan wilayah nya mana? Mohon bantuan petunjuk kepada du sanak dima juo barado, awak taragak manulis kisoh nenek moyang ambo. Wass

  2. Moyang ambo, Salbiah menikah dengan Kimin (anak dari RA Gima & Putra Rajo Lumut). Kemudian Hari Kimin menikah dengan Jera, lahirlah: Mena, Maryam, Ahmad, dan Salma. Nenek ambo, Maryam kawin dengan Abdul Moethalib dari Gujarat, dari perkawinan ini lahirlah: Abdoel Muis, Rohana, Rohani, Rohaya, Rosidan. Bundo ambom Rosmimi, menikah dengan Achmad Anwar Arsyad asal Bintuhan, Bengkulu Selatan. Rosmimi dan Achmad Anwae Arsyad melahirkan 14 orang anak: Sri Prabu Yulia, Rosihan Arsyad, Yuzwar Arsyad, Heri Adhanur Arsyad, Sri Puriany, Sri Chandra Yasmina, Sri Andi Yuniarti, Sri Djaya Nataliwati, Agusuheri Arsyad, Sri Septiana Susanti, Sri Rumi Yudiarti, Sri Desmi Yorita, Sri Vira Chandra Darmelianti, Sri Noviriatun. Saya putri ke 6. Saya sangat ingin mengetahui asal usul nenek moyang saya yang di Belakang Tansi itu. Yang saya ingat ketika SD kelas 2 saya dibawa nenek Mena ke Belakang Tansi Padang dan mengatakan asal usul kami. Mohon bantuan dusanak dima juo barado…

  3. terima kasih bu sri atas tanggapan ibu. sebelumnya saya mau tanya apakah nenek moyang ibu juga berasal dari pesisir selatan (banda sapuluah) ??
    soalnya kalau di belakang tangsi padang saya kurang jelas asal usul dan hubungannya dengan pesisir selatan. saya akan coba membantu ibu untuk mencari info yang berkaitan dengan nenek moyang ibu. makasih
    wassalam
    Malin Marajo

    • Sri Chandra Yasmina

      Assalamualaikum wr wb Pak (?? maaf kalau saya tidak tahu gelarnya)
      Saya juga belum mendapatkan petunjuk tentang itu, tahun 1965 saya pernah ziarah ke kubur kakek nenek moyang saya ter sebut di gunung padang.
      Saya berusaha hemat dan merencanakan ingin ziarah lagi. Saya khawatir dengan datangnya budaya lain, sehingga anak2 generasi berikutnya lupa akan asal usul.
      Salam hormat dan wassalam saya

      Sri Chandra Yasmina

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: