Tanjuang Kaciak

Kaum Pasukuan "Bujang Sambilan" dari Muaro Paneh Kubuang XIII di Bayang Nan VII – Pessel

Kubuang Tigo Baleh


Luhak Kubuang Tigo Baleh (Indonesia : Luhak Kubung Tiga Belas) adalah luhak termuda, terletak di sebelah selatan Luhak Tanah Datar yaitu di wilayah Kabupaten Solok dan Kota Solok sekarang. Luhak ini dibentuk dimasa agak belakangan, bukan di masa Adityawarman.

//

Sejarah

Luhak ini berdiri dilatarbelakangi oleh masalah politik Kerajaan Pagaruyung dimana terdapat sikap oposisi dari tiga belas orang Datuk yang tergolong kerabat Pagaruyung. Para Datuk ini mempunyai perbedaan pandangan yang tajam mengenai suatu masalah politik dan adat yang tidak membawa suatu kesepakatan. Diduga waktu itu, Pagaruyung dipegang oleh seseorang yang masih kuat pengaruh Melayunya, terbukti dari titah rajanya yang melegenda dalam ingatan masyarakat Solok hingga hari ini dimana nama Luhak Kubuang Tigo Baleh ini berasal yaitu dari titah yang berbunyi “… Ku buang tigo baleh ninik mamak ini .. ” (Kuusir 13 ninik mamak ini). Maksudnya “saya usir tiga belas (datuk yang berseberangan dengan pendapat saya) ini, supaya jangan lagi tinggal di Luhak Tanah Datar.[rujukan?] Maka Datuk yang tiga belas orang itu melakukan migrasi ke arah Selatan Tanah Datar melewati perbukitan di pinggir Danau Singkarak yang kemudian terkenal dengan nama Kabupaten dan Kota Solok sekarang ini. Mereka membawa serta anak kemenakan dan kaum menurut sukunya masing-masing. Mereka menyebar hampir ke seluruh dataran Solok. Sampai sekarang keturunan mereka berkembang hingga ke Bandar Sepuluh di Kabupaten Pesisir Selatan, yang berbatasan dengan Kerinci (Jambi) dan Provinsi Bengkulu dan sebagian menyebar ke Pauh di wilayah Kota Padang sekarang.

Nagari Anggota Konfederasi

Di kemudian hari keturunan dari 13 leluhur itu berkembang sehingga membentuk 13 nagari yang terletak di Kota Solok dan Kabupaten Solok sekarang ini.

Konfederasi Kubuang Tigo Baleh (Kubung Tiga Belas) terdiri dari 13 nagari sebagai berikut:

  1. Solok
  2. Selayo
  3. Guguak
  4. Koto Anau
  5. Cupak
  6. Gantuang Ciri
  7. Kinari
  8. Muaro Paneh
  9. Gaung
  10. Panyakalan
  11. Sirukam
  12. Supayang
  13. Sariak Alahan Tigo

Solok, Guguak, Koto Anau, Gaung dan Panyakalan merupakan penganut Lareh Bodi Caniago (Koto Anau duduk seorang raja Dt Bagindo yg Pituan menerapkan sistem Lareh Koto Piliang) maka Salayo dan beberapa nagari menganut kelarasan Lareh Koto Piliang. Termasuk Gantung Ciri. Mereka adalah : Salayo, Cupak, Gantuang Ciri, Sirukam, Supayang, Kinari, Muaro Paneh dan Sariek Alahan Tigo).

Referensi

  • Inventarisasi kekayaan 44 nagari di kab solok, Mestika sed, Alis marajo dt sori marajo, Nushirwan efendi, Ridwan jamal, Nawir. Tahun 2000

Pranala Luar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: