Tanjuang Kaciak

Kaum Pasukuan "Bujang Sambilan" dari Muaro Paneh Kubuang XIII di Bayang Nan VII – Pessel

Keluarga Ayah


Keluarga ayah saya

Saudara ayah baik yang seayah ataupun yang beda ayah meninggal semua. Ibu dari ayah bernama Kartini. Gek Kartini bersaudara dengan Gek Kartina, Angku Pucuk yang kemudian bergelar Datuk Rajo Panghulu dan Angku Fikia, Ayah dari Tuo Milan.

Ayah saya memanggil mamaknya dengan uncu. Sementara ibu saya memanggil mamaknya dengan sebutan angah. Belum dikenal istilah uwan dan uda waktu itu melainkan uncu, angah, uwo dan udo.

Gek Kartina beranak Tuo Lumek. Tuo Lumek beranak Pak Suki (Marzuki)—harusnya saya memanggilnya Uda, tapi umurnya lebih tua dari ayahnya saya dan ayah memanggilnya “Nak Gadang”.

Pak Suki menikah dengan anak angku Apung, anak Gek Jori. Beranak beberapa orang dan tinggal di Padang.

Angku Pucuk menikah dengan ibu Tuo Caya dan Tuo Baiti. Beranak Tuo Caya, Tuo Baiti, Pak Pudin dan seorang lagi yang menikah ke Kapujan.

Tuo Caya menikah dengan Yah Maraji suku Jambak, masih bersaudara dengan kakek saya. Beranak beberapa orang yaitu Da Lubih (Lubis), Del, dan beberapa anak lainnya.

Da Lubih menikah ke Tanjung Gadang. Del menikah dengan sepupunya yaitu anak Tuo Milan.

Ibu dari Gek Kartini tidak diketahui pasti apakah bersaudara langsung dengan ibu dari Gek Rabani.

Keluarga Gek Rabani

Gek Rabani bersaudara dengan Gek Kuteh dan mungkin beberapa saudara lainnya. Gek Rabani dengan suami pertamanya beranak Pak Ajan, dengan suami keduanya beranak Tek Ilih (Koyong) dan dengan suami ketiganya, Yah Baruh, mamak rumah Angku Pucuk atau saudara laki-laki dari ibu Tuo Baiti (mamak Tuo Baiti). Beranak Tek Icik dan Pak Isaf.

Pak Ajan menikah dengan Tuo Unang (Jainar) beranak Da Ujang dan Da Izal. Da Ujang menikah dengan orang hilir dan da Izal menikah dengan orang Koto Baru.

Tek Ilih menikah dengan Yah Mawin suku Jambak, adik dari Gek Mardiana, masih sepupuan dengan kakek saya, Yah Basir.

Tapi dengan suaminya yang pertama (Tajudin, kakak Pak Abu) Tek Ilih beranak Imar. Imar dengan suaminya beranak si El dan si El menikah lagi dengan seseorang.

Dengan Yah Mawin, beranak Da Buyung, ni aruik, ni apuak, da andi, si in dan anto.

Da Buyung menikah dengan anak Tuo Timah suku Melayu Panai di baruah. Dan sudah beranak.

Ni Aruik menikah dengan orang suku Caniago Mandaliko di Bungus, Padang, tinggal di Bungus. Apuk entah dengan siapa menikah. Adik-adiknya entah sudah menikah atau belum.

Tek Icik dengan suaminya beranak Ni Upik dan Idaf. Ni Upik sudah menikah dan tinggal di Muko-muko.

Pak Isaf menikah dengan keluarga istri Nasrul Manaf, kalau tidak salah namanya Eti suku Jambak. Sudah mempunyai beberapa orang anak.

Keluarga Gek Kuteh

Gek Kuteh beranak Tuo Lela, Tuo Anih dan Tuo Jubai. Dan mungkin beberapa laki-laki.

Tuo Lela dengan suami pertamanya (Yasin atau Jasmin) beranak Ujang Jasmin dan beberapa anak perempuan. Dengan suami keduanya Yah Paga, beranak Ujang, Ujang Ganduik dan Ni Enti.

Ni Enti menikah dengan adik Da Eta di Koto Berapak.

Tek Anih tinggal di Bukittinggi. Tuo Jubai tinggal di Muaro Sakai, Indrapura. Anak Tuo Jubai adalah Ni Pik Punai beranak empat orang laki-laki.

Ujang Jasmin menikah dengan orang pasar baru dan menjalankan usaha teralis di Padang.

Sebagian dari belahan keluarga Caniago ini ada di Lumpo dan di Painan.

Keluarga Tek Liar Datuk Rajo Alam

Gek Nurani bersaudara dengan Gek Nan Rompeng dan Angku Liamat Datuk Rajo Alam.

Gek Nurani mempunyai anak Tek Liar, Mawardi, Tek si As, Tek Gadih dan Tek Upik Pinang.

Tek Liar menikah dengan Pak Puri asal Kapencong, beranak Da Buyung, beberapa anak perempuan, Igus dan da Andi.

Da Buyung menikah dengan anak Wan Samsir yaitu ni Evi.

Tek Gadih menikah dengan Pak Badineh (Badrinas) adik Pak Daraweh. Sekrang tinggal di Lubuk Gadang, Muko-muko. Beranak si Gus, Fad, dan beberapa anak lainnya.

Tek As menikah dengan pak Dadir suku Melayu panai di Baruh, beranak Rita, Dedet (Tan Baro), dan beberapa anak lannya. Rita menikah dengan orang solok, seorang polisi.

Tek Upik Pinang menikah dengan Wan Ardi dan tidak punya anak tapi mengadopsi seorang anak perempuan.

Nan rompeng mempunyai anak Tek Wardah, Wa Pudin Boy. Wardah beranak seorang perempuan kalau tidak salah bernama Eti dan seorang lagi bernama Mukhlis yang menikah dengan anak Narumi Pawang.

Mawardi tinggal di Bengkulu.

Kata abak, caniago tek Liar ini adalah belahan caniago Kapencong.

Caniago Datuk Bandaro Sati dan Imam Malelo.

Datuk Bandaro Sati terakhir adalah kakek dari ibu saya yang terkenal dengan nama Panghulu Abeh (Abas). Kemudian gelar ini digulung dan mereka berdatuk ke bapak saya saja Datuk Rajo Panghulu.

Kata abak, sebenarnya gelar datuk ini bukanlah hak keluarga Asna Cian melainkan keluarga Ema.

Berikut orang-orang di keluarga Datuk Bandaro Sati :

Asna menikah dengan Pak Suwe (Suar) suku Melayu (mungkin Panai), beranak Ina, Ita, Dewi, Iya dan Inda serta Ujang.

Ina menikah dengan Siawak beranak bebrapa orang. Ita menikah dengan Wan Sulan mamak kami, beranak Riko dan dua anak perempuan. Dewi sudah menikah. Inda menikah dengan Samsir (Ujang Pisik) suku Melayu Panai, anak Tek Rama, sepupu Idas belerang. Iya menikah dengan Datuk Rajo Gandan suku Tanjung di hilir, beranak Nando dan mungkin juga beberapa orang.

Asna bersaudara dengan Cian, Coga, Kalimunin dan mungkin beberapa orang lainnya. Dulu juga ada Zubir yang kata orang terlibat PKI.

Coga menikah ke kepala Koto, suku Panai, beranak Pak Teteh dan beberapa anak lainnya.

Kalimunin menikah ke suku Panai di baruh, anaknya adalah pak Si Eh Meluih, dan pik Capuak, istri awal, orang Jawa. Kemudian Kalimunin juga menikah dengan lagi dengan One Syamsinar, suku Jambak. Beranak beberapa orang.

Cian beranak Ni Eni, Da Inan (Harnan), Emen (Harmen), Elin (Harlin) dan mungkin beberapa orang lainnya. Juga ada ambo.

Inan menikah dengan anak Yah Usman (Ustadz Usman), tinggal di kampong baru Kapencong.

Elin menikah ke Kapujan. Emen tinggal di Jakarta.

Ni Eni menikah dengan Uri (Suryasman) Datuk Sari Mole, beranak Liza, Pipit, Ningsin dan Nanda.

Keluarga Imam Malelo

Pak Udin Imam Malelo bersaudara dengan Pak Busahar (Abu Sahar), ibu Tuti dan ibu Tek Iruih.

Pak Udin menikah dengan Tuo Lianir. Pak Busahar menikah dengan orang suku Jambak dan beranak beberapa orang, diantaranya Pondek, Yos, Si Men, Ipit dan Roza.

Ibu Tuti menikah dengan Meidi (Hamidi) orang Kapencong beranak Incia (Nasrul Hamidi), Tek Tuti dan Bu Har.

Incia menikah dengan keluarga Emi Nasrul Manaf, tinggal di Jakrta.

Tuti menikah di Cicideh, beranak Ujang dan Mardas. Kemudian menikah lagi dengan Pak Ujang orang Muara Labuh, beranak dua orang laki-laki.

Bu Har juga menikah dengan orang Muaro Labuh, Pak Amrul Azmi. Beranak Reva dan beberapa anak lagi.

Ibu Tek Iruih menikah dengan Yah Bahar, beranak Tek Iruih, Tek Uwir, Iyun. Tek Iruih menikah dengan Pak Teteh yang berarti Tek Iruih menikah dengan anak Angku urang caniago sendiri. Anak-anaknya si Al, Idal, Ipet, Dodo, Putra dan Gina.

Uwir tinggal di Gaung, Padang.

Iyun tinggal di Curup, menikah dengan Pak Ipad suku Panai baruah.

Ibu dari Pak Udin bersaudara dengan Imam Malelo, Buya (ayah Pak Jamilis), Anca, dan Gek Sutan yang bungsu. Pak Udin mewarisi gelar Imam Malelo dari mamaknya ini. Kemudian gelar ini disandang oleh Godon (Zul Asman) yang tak lain adalah sepupu Pak Udin.

Selanjutnya kemungkinan ibu dari Imam Malelo ini bersaudara dengan ibu dari fihak Asna.

Keluarga Tek Ema

Tek Ema bersaudara seorang laki-laki, Aman. Tek Ema dikenal juga dengan nama Ema Junik. Ibu Tek Ema punya seorang saudara perempuan dan seorang laki-laki.

Istri Burahin, Yuana mempunyai anak beberapa orang diantaranya Baral dan anak perempuan yang sudah meninggal. Juga bersaudara dengan Engguih dan beberapa laki-laki lainnya.

Gek Siroh juga punya saudara dengan amak Pik Banten. Anak Gek Siroh adalah upik yang menikah dengan anak Bu Mia, soerang perempuan dan Opi.

Kemungkinan ibu Yuana bersaudara dengan nenek Tek Ema dan fihak Cimi.

Inyang juga punya saudara sendiri. Ibu Cimi punya saudara perempuan. Adik Cimi namanya Enti dan Ali, istri Ibur.

3 Comments

  1. Misban

    Assalaamu’alaikum..apuk hidup tahun berapa..? Ayah saya kelahiran babussalaam langkat sekitar 1933 bernama abu bakar bin suhip bin..(?) bin… (?) bin..(?) hingga Tok apok yg bergelar Datok Panglimo pangtolu (?), yatim piatu sejak umur 7 tahun jadi tdk tau silsilah, beliau mengaku moyang ayahnya dari rokan namun masih keturunan pagaruyung, seblm meninggal ayah berwasiat untuk mencari asak usul ayahnya ( atok kami )..bantuan anda sangat kami harapkan,..wassalaam

  2. waalaikum salam… siapa apuk yang anda maksud? dan apa hubungannya dengan keluarga ayah saya?🙂

  3. Misban

    Maafkan saya yg buta akan silsilah alm ayah..saya hanya penasaran dan ingin melaksanakan amanah yg ayah saya sendiri tdk tahu harus dari mana dan kemana mencarinya. Sebab i2 saya bertanya APUK yg berasal dari keluarga anda hidup di tahun berapa..?sex lg maaf..mungkin karna teragak sangat..wassalaam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: