Tanjuang Kaciak

Kaum Pasukuan "Bujang Sambilan" dari Muaro Paneh Kubuang XIII di Bayang Nan VII – Pessel

Siapakah Katumanggungan?


Selain nama Parpatih, juga sering disebut nama Ketumanggungan dalam Tambo Minangkabau. karena ia seorang datuk maka disebut sebagai Datuk Ketumanggungan (dieja ‘Datuak Katumangguangan’ dalam dialek Minang).

ada pula yang menggunakan nama yang mirip yaitu ‘datuak tumangguang’, ‘datuak mangguang’ dan seterusnya.

dalam sejarah kerajaan Kandis dan Koto Alang juga disebut nama Tumenggung bersama Patih, memimpin kedua kerajaan ini.

siapakah sebenarnya Datuk Ketumanggungan?

kalau dilihat secara etimologis, Ketumanggungan berasal dari kata ‘tumenggung’. istilah tumenggung banyak kita temukan dalam budaya dan sejarah Jawa. dalam budaya Melayu juga banyak disebut istilah Tumenggung. di Batam misalnya, ada sebuah stadion sepakbola yang diberi nama seorang tokoh Melayu yaitu Tumenggung Abdul Jamal. Siapakah dia?

apa sih sebenarnya Tumenggung itu?

Tumenggung adalah gelar bagi Kepala Daerah (Kepala Distrik) di Jawa dan Kalimantan. Seorang Tumenggung seringkali juga merupakan seorang Kepala Suku di wilayahnya yang biasanya merupakan suatu Daerah Aliran Sungai (DAS) dengan gelar Kiai Tumenggung. Seorang bangsawan seringkali juga menjabat sebagai kepala daerah sehingga namanya menjadi Raden Tumenggung atau Pangeran Tumenggung. Sampai sekarang gelar Tumenggung masih dipakai sebagai gelar Kepala Suku Dayak di Kalimantan Tengah, yang membawahi beberapa Demang Kepala Adat (kademangan0.

Beberapa tokoh yang memakai gelar Tumenggung :

ada pula yang mengatakan bahwa Adityawarman pernah dianugrahi gelar Datuak Katumangguangan ketika ia berkuasa di Pagaruyuang, mewarisi gelar mamaknya Angkerawarman (Akarendrawarman).

ada yang mengatakan bahwa Datuak Katumanggungan mempunyai gelar lain yaitu Panduko Basa atau Sutan Panduko Basa.

di Minangkabau, Datuak Katumangguangan juga merupakan tokoh pengasas kelarasan Koto Piliang yang menganut prinsip ‘bajanjang naiak, batanggo turun’, maksudnya manusia itu mempunyai jabatan dan kedudukan masing-masing. Rumah Gadang kelarasan ini bercirikan dengan lantai rumah yang tidak datar, banyak terdapat di Luhak Tanah Data.

dikatakan pula bahwa Datuak Katumangguangan pernah menjabat sebagai raja di Minangkabau, dengan bukti adanya stempel kerajaan bertuliskan nama Datuak Katumangguang, tapi anehnya beraksara Arab Melayu. Sepertinya ini Datuak Katumangguangan yang berbeda, sudah muslim barangkali.

dikatakan lagi bahwa Datuk Katumanggungan adalah saudara seibu dengan Datuak Parpatih Nan Sabatang. ayahnya seorang raja. Kelarasan yang dibuatnya lebih cenderung menurut garis bapak (patrilineal), tidak seperti umumnya Minang yang matrilineal.

ada pula cerita ttg perselisihan faham antara dua kakak beradik Datuak Katumangguangan dengan Datuak Parpatiah. akhirnya dicapai sebuah perdamaian dengan simbol penikaman keris ke sebuah batu. sekarang batu ini dikenal dg nama ‘Batu Batikam’, terletak di Tanah Datar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: