Tanjuang Kaciak

Kaum Pasukuan "Bujang Sambilan" dari Muaro Paneh Kubuang XIII di Bayang Nan VII – Pessel

Tambo Kota Padang


1. Prakata

Alam barajo , nagari bapanghulu,

Kampung batuah, rumah batunganai,

Minangkabau barajo bana, rantau barajo-rajo

Mengaji dari alif, Memanjek  dari bawah, Membilang dari aso

Saanak sakamanakan, sahino samalu

Barek samo dipikua, ringan samo dijinjiang

Dengan mengucapkan rasa puji dan syukur ke hadirat Allah SWT, kita panjatkan doa dan salam kepada  Nabi besar Muhammad SAW. Atas dapatnya kami membuat leaflet mengenai keberadaan Nagari Padang sebagai rantau  Minang kabau yang mencakupi Padang lama yaitu 4 Kecamatan di Kota Padang PadangBarat, Padang Timur , Padang Utara dan Padang Selatan

Nagari Padang adalah salah satu Nagari  di alam Minangkabau  yang sudah ada sejak tahun 1662 ketika Penghulu – Penghulu suku nan salapan  BERSUMPAH SAKTI  kepada yang dipertuan  rajo Pagaruyung. Bahwa Padang adalah Nagari di alam Minangkabau.

Dalam perjalanan sejarahnya sejak tahun 1662 sampai saat sekarang seiringan dengan  program kembali ke Nagari,  maka Nagari Padang  dengan lembaga adatnya  KAN Padang Niniak Mamak nan Salapan Suku   yang pengurusnya  diambil dari semua lapisan  Anak Nagari Padang . Pada  28 Februari 2001 telah disusun   kepengurusan Kerapatan Adat Nagari Padang  Niniak Mamak  Nan Salapan Suku  yang terdiri dari 8 Orang Dewan Adat dan  Badan pelaksana harian dan telah ditetapkan  rencana kegiatan  jangka pendek dan jangka panjang  yang dilahirkan dalam bentuk konsep  kedepan  yaitu :

Visi :

Melestarikan Adat dan Budaya  alam Minangkabau di  Nagari Padang.

Misi :

1. Membangun lingkungan Nagari Padang  berdasarkan Adat Basandi Syarak Syarak Basandi  Kitabbullah.

2. Berperan aktif membina Adat dan   Budaya Nagari  Padang.

3. Membantu pemerintah dalam  masyalah Adat

4. Menghimpun  semua potensi Anak Nagari Padang.

Motto:

1. Mancari nan Hilang.

2. Maminte nan Hanyuik.

3. Mangumpua nan  Taserak.

4. Manjapuik nan Jauah

5. Manganakan nan Lupo.

Sejak berdirinya pada tahun 1662 banyak  masyarakat  dan  Anak Nagari Padang  tidak mengetahui  dengan pasti tentang lika liku  perjalanan sejarahnya .
Dengan  diedarkannya leaflet ini  kami sangat berharap  dapat  dijadikan  acuan bersama oleh semua pihak  di kemudian hari dan sengaja diedarkan untuk kita semua  dengan harapan dapat  menjadi bahan dan untuk lebih  mengetahui keberadaan  Padang  sebagai cikal bakal  kota Padang  dengan KAN Padang  atau yang lebih dikenal dengan Kerapatan Adat Nagari Padang  Niniak Mamak nan 8 Suku .

II.         Niniak rang  Padang.

Tercatat antara tahun 1450 s.d 1556 Yang pertama sekali datang kedaerah Padang adalah Datuak Sangguno Dirajo  suku Tanjung. Yang kedua adalah :  Datuak Patah Karsani Suku Melayu.  Ketiga adalah   Datuak Maharajo Basa  suku chaniago.  Keempat : Datuak Panduko Magek Suku Jambak . semua beliau-beliau tersebut berasal dari  darek Minangkabau.

Pertanyaan :

Dimanakah tercatatnya?apakah di Tambo Nagari Padang Salapan Suku? Siapa yang memegannya sekarang?

Darek manakah yang dimaksud diatas? Solok (Kubuang Tigo Baleh), Tanah Datar, Padang Panjang?

1.      Monopoli Kerajaan Aceh.

Tahun 1500 Terjadi perkawinan Putera  Minangkabau dengan Putri Aceh . (perkawinan memburuk sehingga Aceh  kecewa  dan menyerang Minang kabau  selain itu juga untuk  menguasai sumber komidi perdagangan tetapi yang dapat dikuasai hanya pantai barat )

Tahun 1539  Pesisir Barat sumatera mulai dari Natal , Barus , Air bangis Pasaman , Tiku , Padang sampai ke Indropuro (Ketaun ) Pesisir Selatan diduduki oleh Aceh dibawah pemerintahan raja Aceh Sultan Alauddin Riyatsyah al Qahar

Tahun 1607  Kekuasaan aceh memuncak di pesisir  barat semasa  itu  Raja Aceh  adalah Sultan Iskandar Muda. Dalam mempertahankan kekuasaannya Aceh  tidak hanya bertindak sebagai pemonopoli perdagangan tetapi ikut campur  mengatur dalam hal Adat dan kebudayaan dengan mengeluarkan peraturan :

  1. Aceh memisahkan pesisir  Barat dari Kerajaan Pagarruyung dan kebudayaan  Luhak nan tigo
  2. Rumah Gadang  tidak boleh meniru Rumah gadang di Darek  tetapi paduan  aceh dengan Minangkabau
  3. Cara berpakaiaan.
  4. Tidak boleh memekai gelar  adat  baik yang berasal dari mamak maupun gelar  Adat Datuak untuk penghulu..

2.         Sumpah Sati (Sumpah Setia  )

Tindakan Aceh ini sangat tidak disukai oleh Masyarakat Pesisir Barat , sehingga terjadi solidaritas  masyarakat  yang secara diam-diam selalu menerapkan Adat Istiadat Minangkabau.

Tanggal 4 Juni 1636 , Utusan Rantau Pesisir Barat  yang yang lebih dikenal dengan Sutan nan salapan berikut para Rajo, panghulu, manti, dubalang dan malin serta rakyat dari luhak nan tigo  ( Karena masih dekatnya pertalian darah / dekat nya sako dan pusako )   menghadap yang dipertuan  Pagaruyung dan diadakan pertemu di gudam balai janggo untuk berikrar  kepada yang dipertuan  Pagaruyung bahwa rantau pesisir Barat  tetap mengakui dibawah daulat yang dipertuan  Pagaruyung  walaupun  tanah rantau  Pesisir  dikuasai oleh Aceh  . Sutan nan salapan  mengangkat sumpah  setia  kepada  yang berdaulat  yang dikenal dengan “ Sumpah Satie “

“ Isi Sumpah Sati  “:

“         Nan salamo salamonyo indak maubah- ubah buek, salamo aie hilie, salamo gagak hitam, salamo gunuang marapi tatagak dari awa sampai akie  “

Titah daulat yang dipertuan kepada sutan nan salapan  adalah  :

“           Jikok ado urang dari luhak nan tigo nan diparintahi sutan nan salapan baiek laki-laki atau  padusi .

Mako :  kalau rajo sadaulat, pangulu saandiko, urang tuo sa undang-undang, hulubalang samo  samalu, urang banyak sama  sakato.

Jikok   dimungkie awak dimakan biso kawi, kaateh indak bapucuak, kabawah indak baurek, ditangah-tangah di makan kumbang “.

  1. Nagari Padang.

Pada tahun 1636 itu juga setelah sampai di  didaerah masing-masing   karena  Aceh melarang  adanya gelar mamak gelar adat, masing-masing yang bersumpah satie  mengambil kebijaksanaan  sebagai  tanda orang Minangkabau di rantau, di Padang   setiap laki – laki diberi gelar sutan dan  perempuan diberi gelar  puti  di depan nama .dalam perkembangannya  masyarakat yang datang ke Padang  setelah tahun- tahun  tersebut tidak lagi mendapat gelar Sutan dan puti, (kecuali yang datang dari Indropuro  bila terjadi perkawinan  dengan orang  Padang kebanyakan maka anak yang lahir juga diberi gelar sutan dan puti, sedangkan gelar marah dan siti diberikan kepada  anak yang lahir dari perkawinan  sutan/puti dengan  orang  Padang kebanyakan.

2.      Zaman  VOC

VOC (  Verinigde Oost-Indische compagnie ) didirikan pada tanggal 20 Maret 1602 .pada tahun 1659 Ratu Nurul Alam Afiat Uddin isteri dari Aceh  berkirim surat ke  Gubernur  Jenderal Belanda  di Batavia  untuk berdamai, Belanda menunjuk  Yan van Groenewegen untuk berdialog  ke Aceh dan membuat perjanjian dengan pihak Aceh di Bandar Aceh dar-Es Salam, Yan van Groenewegen dianugerahi gelar “ Orang Kaya Hulubalang Raja “ oleh kerajaan Aceh .

Isi perjanjian :

1.Belanda diizinkan berdagang di Pesisir Barat.

2.Belanda diizinkan mendirikan Loji di Padang.

3.Inggeris tidak diperbolehkan  berdagang di Pesisir   Barat.

Semua perjanjian  di lapangan dihalangi oleh Panglima Aceh di Padang. , sehingga  Belanda  hanya bisa  memusatkan perdagangannya di pesisir bagian selatan sebelah selatan  , Belanda mendirikan Loji di Salido.

Barulah pada 1660 untuk pertama kalinya VOC menginjakkan kakinya  di Padang,  oleh Aceh  Belanda diizinkan tinggal di Padang  yaitu dengan  Jabatan sebagai Koopman ( Pembeli )  yang bernama Yacob Kouter dengan seorang Asisten dan 4 Orang kelasi.

Pada tahun 1661.Yan van Groenewegen dipindahkan dari Aceh ke Pesisir Barat,di Padang Yan van Groenewegen juga dihubungi oleh Sutan-Sutan , Rajo2 dan Penghulu2 Padang yang dipelopori oleh “ Urang kayo Kaciak “ agar belanda membantu untuk menghilangkan penguasaan  monopoli  dan pembelian harga yang murah  dalam   perdagangan oleh Aceh di bandar Padang.Yan van Groenewegen diberi rumah di seberang Padang.

3.      Berdirinya  KAN Padang  NMN8S yang pertama dan Suku di Padang.

Pada tahun 1662 karena  mendapat mitra yang kuat yaitu Belanda dengan VOCnya dan Kekuatan Aceh Mulai lemah, Urang Kayo Kaciak  di Padang dengan pengikut-pengikutnya kembali menerapkan secara terbuka Adat dan Budaya Minangkabau,  serta sistim kepemerintahan ala  Minangkabau dengan mendirikan Kerapatan Adat Nagari tetapi untuk membedakan dengan darek sebagai pusat alam Minangkabau  maka di Padang sebagai daerah rantau diterapkan dengan memakai  gelar rajo (  Rajo sesudah Datuak, sesudah Sutan atau Sutan  ditambah Rajo atau hanya Rajo dibelakang nama.) Pada saat ini Padang selain telah ada sutan dan puti (yang mula-mula datang merantau di Padang =  Setelah pengucapan Sumpah Sati  4 Juni  1636  ) juga  telah didiami oleh pendatang dari  darek  (masyarakat luhak nan tigo) baik turun dari daerah Solok maupun dari Agam dan Tiku  maka ditetapkan lah  suku  dan Pengulunya di Padang sbb :

Pelarasan / Kelarasan Bodi-Chaniago.

1. Sumagek  –  Chaniago Sumagek.

2. Mandaliko-Chaniago Mandaliko.

3. Panyalai – Caniago Panyalai

4. Jambak.

Pelarasan / Kelarasan Koto-Piliang.

1. Sikumbang – Tanjuang Sikumbang.

2. Balaimansiang – Tanjuang Balai mansiang (di daerah lain Balai Mansiang ini masuk ke suku Caniago)

3. Koto – Tanjuang Koto Piliang – Tanjuang Koto.

4. Malayu.

Pada tahun inilah awalnya berdiri Kerapat adat Nagari Di Padang  sebagai bentuk kepemerintahan Alam Minangkabau atau yang lebih kita kenal dengan Kerapatan Adat  Niniak Mamak nan 8 Suku ( 1662)

Untuk  menguatkan posisi KAN Padang   dan Nagari-Nagari lainnya  di Pesisir Barat. Pada tanggal 26 Maret 1663. Yan van Groenewegen beserta  Rajo Mansyursyah dari Indropuro, Urang Kayo Kaciak mewakili  Tiku dan Padang, Rajo Lelo Karang (tersebut pula Rajo Lelo Garam dalam sebuah sumber) mewakili  Painan  dan Salido dan Rajo Panjang dari Sungai Pagu berangkat mengahadap gubernur jenderal Belanda  ke Batavia agar Belanda membantu  untuk mengusir Aceh.

Pada tahun 1664 datang angkatan Perang Belanda ke Indropuro lebih kurang 300 orang dengan pimpinan Yacob Cow. terjadi perang dengan  Aceh di Padang.

Pada tanggal 6 Juli 1963 ditanda tangani “ Kontrak Painan “ yang berisi untuk melepaskan diri dari monopoli perdagangan dan  penguasaan Aceh serta  Belanda tidak akan mengenakan Pajak/Blasting  kepada Pesisir Barat Sumatera.

VIII. Mas Manah

Pada tahun 1665 Urang kayo kaciak dengan  Penghulu2 di Padang sebanyak 8 orang pergi  menghadap Yang Dipertuan Minangkabau ( Rajo Alifmaksudnya Sultan Alif barangkali) dengan membawa upeti dan bermohon kiranya Saudagar2 dari darek datang lagi berdagang di Padang karena masalah Aceh tidak ada lagi

(  Selama  Pesisir barat dikuasai oleh A,ceh  Pedagang-pedagang darek  bergerak kearah timur  sampai ke Negeri Sembilan.)

Pada tahun 1666 penguasaan Aceh  di Pesisir Barat  boleh  dikatakan  tidak ada lagi (dengan demikian pesisir barat Sumatera lamanya dikuasai Aceh  mulai dari tahun 1539 s.d 1666  =  127 Tahun ) .

Belanda mendirikan Loji di seberang Padang ( pada saat itu   muara Padang terletak di kapalo koto Seberang Padang bukan di Muara Sekarang ( Batang Arau).

Tanggal 13 Februari 1667 VOC mengakui kedaulatan  Kerajaan Pagaruyung di Pesisir Barat  Minangkabau.

18 September 1667 diadakan perundingan antara  VOC dengan  Utusan Kerajaan Pagaruyung., Orang Kayo Kaciak diangkat oleh Kerajaan Pagaruyung sebagai  Panglima di Pantai Barat .

1669  Yang dipertuan  raja alam Minangkabau Raja Alif wafat  di gudam

VIII.     Jajahan Inggeris

Pada tahun 1692 Orang2  Inggeris  mulai masuk ke pesisir barat untuk berdagang ,  mereka  terpaksa diterima oleh VOC dan Penghulu di Padang  ( baca Perkembangan di Eropah  Belanda dikuasai Inggris ).sehingga pada Tanggal 13 Agustus  1781 , Pesisir Barat  dikuasai  oleh Inggeris, kekuasaan Inggeris hanya lebih kurang 3 Tahun sampai  tahun 1784.

Pada 20 Mei 1784 Inggeris menyerahkan kembali Pesisir Barat ke Belanda dan Belanda menetapkan Padang  menjadi   pusat perdagangan di Pesisir Barat ( Bandar Besar ).pada serah terima  tersebut Tercatat populasi penduduk Padang  sbb :

1. Bangsa Eropah                      : 105.-   Orang.

2. Bangsa Minangkabau          :    17.000.-    Orang ( 7.000.-)

3. Bangsa China                      :       200.-   Orang.

4. Bangsa Benggali                 :        100.-  Orang.

5. Bangsa Arab dan Asia lainnya:    1.000.-    Orang.

6. Bangsa Nias                        :           1.500.-    Orang.

Total  Penduduk Padang    :      ( 19905 – 12905 )

1.         Penjajahan Belanda

Pada tahun 1799. Politik perdagangan Belanda yang dikenal dengan VOC diganti dengan bentuk pemerintahan   Belanda di Indonesia ( Penjajahan) yang dikenal dengan Nederland Indies Regeering dibawah bayang2 Inggeris.

Bila sebelumnya   hubungan Belanda  dengan  masyarakat Padang ( Pesisir Barat )  sangat erat tetapi setelah sistim perdagangan dirobah menjadi sistim kepemerintahan ( Penjajahan )  , Belanda mulai menerapkan  kekuasaan penjajah , sebagian  masyarakat Padang menolak dan mulai melawan , Belanda mulai menerapkan  politik  adu domba dengan  mendekati sebahagian masyarakat kota Padang

Pada tahun 1820 untuk melansungkan kekuasaannya Belanda membagi Padang menjadi 8 bagian ( Wijk) , setiap wijk dikepalai oleh  masing- masing suku  yang delapan ,  dan diberi gaji oleh Belanda, kepala wijk  yang Delapan dipimpin  oleh  tuan regent yang ditunjuk oleh Belanda serta ditetapkan juga bendehara voorzitter  yaitu :

Wijk  I.

Tanjuang koto

Ulak Karang

Wijk II

Caniago Panyalai

Purus , Damar, Olo , Rimbo Kaluang , Ujung Pandan.

Wijk III

Tanjuang Sikumbang

Kampung Jao, Sawahan, Balantuang, Tarandam, Jati

Wijk  IV.

Tanjuang Balai Mansiang

Alai, Gunung Pangilun.

Wijk  V.

Jambak

Parak Gadang, Simpang Haru, Andaleh.

Wijk  VI.

Malayu

Pondok, Kampung Sabalah, Berok, Kampung Cino, Belakang Tangsi.

Wijk VII.

Caniago Sumagek

Ganting, Ranah, Pasa Gadang, Palinggam

Wijk VIII

Caniago Mandaliko.

Teluk Bayur, Air Manis, Seberang Padang, Kampung Teleng, Kampung Batu dan Subarang Pabayan.

Kenapa tidak ada Pauh Limo dan Pauh Sambilan, serta Kuranji?

Pada Tanggal 11 Oktober 1833. diadakan Perjanjian Plakat Panjang dan  sistim kepemerintah di Padang dirobah  dari sistim  regent   menjadi Demang dan penghulu Wijk diganti dengan Kepala kampung  ( Kam penghoofd)   , dalam sistim kampung ini Padang dibagi dalam 13 kampung dan bagi  masyarakat kelompok pendatang  selain bernaung dibawah kepala kampung  juga ditentukan tetuanya  :

13 Kampung :

  1. Kampung Alai – Gunung Pangilun.
  2. Kampung Ulak Karang.
  3. Kampung Alang Laweh
  4. Kampuang Pasa Gadang.
  5. Kampuang.Subarang Padang.
  6. Kampuang Taluak Bayua.
  7. Kampung Aia Manih.
  8. Kampung  Jao.
  9. Kampuang Balakang Tangsi.
  10. Kamuang Pondok.
  11. Kampuang Sawahan.
  12. Kampuang Andaleh Marapalam.
  13. Kampuang Parak Gadang.

Catatan : Penduduk nagari yang terdaftar pada tahun inilah yang dianggap Anak Nagari Padang

dan turunannya sampai sekarang dan nanti.

Tetua kelompok masyarakat Bangsa pendatang   lainnya diberi jabatan :

  1. Kelompok China Dikepalai oleh  Kapten China ( Kapten der  Chineezen )
  2. Kelompok Nias dikepalai oleh   Kepala  Bangsa Nias.
  3. Kelompok Keling  dikepalai oleh Kepala Kampung Keling ( Leutenant  der Indiers).

Pada tahun 1866 Mesdjid Ganting didirikan  dan dijadikan sebagai mesjid Nagari Padang  sebagai ganti mesjid  Pertama  Nagari Padang  di Kapalo koto Seberang Padang . sekali gus didirikan Balai adat  Nagari Padang  di lokasi Mesjid Ganting .

Tahun 1875.Belanda menghapus hukum adat di Minangkabau membuat eksistensi Pengulu Adat menjadi berkurang terjadi gejolak-gejolak sehingga  tanggal 1 April tahun 1905 Gubernur Jenderal Belanda  menetapkan Batas2  kota Padang dengan Ordonantie ,serta menerapkan rodi  pada awal tahun 1906.  dan Tanggal 1 Maret 1906 oleh Gubernur Jenderal Belanda   Padang ditentukan statusnya sebagai daerah otonom ( Gemeente)

Pada tahun 1907 penghulu adat baik yang  bergelar sutan maupun datuak  mengadakan pertemuan di  Mesjid Ganting  dan pada tahun 1913 dengan staatblad ( Lembaran Negara) No. 321 kota Padang  dipecah dan diperluas dengan harapan Konsentrasi pihak yang anti Belanda terpecah , Padang ditentukan  sebagai luhak  dengan kepala pemerintahan seorang asisten residen ( tuan Luhak = Tuanku lareh ? ) hal ini kurang diterima oleh sebagian masyarakat karena  tidak mungkin ada luhak yang keempat,   asisten residen juga bertindak sebagai Kepala Kepolisian dan Wali kota (  Burgemeester ). Kota Padang dan mempunyai 8  Distrik yang terdiri dari :

  1. Distrik Tanah Tinggi
  2. Distrik Batang Harau
  3. Distrik Binuang
  4. Distrik Koto Tangah.
  5. Distrik Pauh IX.
  6. Distrik Sungkai.
  7. Distrik Limo Lurah ( Pauh Limo )
  8. Satu distrik lagi adalah Lubuk Begalung tempat kedudukan Kanselir yang menjadi koordinator disterik2  yang terdiri dari :

1        Distrik Tanah Tinggi,

2        Distrik Pauh IX.

3        Distrik Sungkai ,

4        Distrik Limo Lurah ( Pauh Limo )/.

Pada  tahun 1914. sistim Tuanku Lareh  dihapus ( Bulan Mei ). Diganti dengan  Districthoofd yaitu  dengan Districtbestuur  yang jabatannya disatukan dengan kerapatan Adat  , sehingga timbul kembali   tuanku Demang , disini  penghulu kerapatan adat sutan nan salapan merasa mendapat angin  tetapi hak-hak istimewahnya belum juga diberikan kembali oleh Belanda .

  1. Gelar  penghulu  suku  di Padang.

Tanggal 23 April  1922. diadakan rapat di  Mesdjid Ganting yang dihadiri oleh bukan saja dari Ninik Mamak dan Ulama serta Cerdik Pandai se Padang  baik pihak Penghulu sutan  nan salapan  maupun masyarakat lainnya yang tidak bergelar Sutan dan juga dihadiri oleh  utusan Agam dan Padang Panjang berkumpul untuk membentuk  kembali Kerapatan Adat  Nagari Ninik Mamak  nan Salapan suku Padang, dalam  suatu upacara yang besar  tersebut  diputuskan :

Membentuk kembali Pengurus Kerapatan Adat  Nagari Ninik Mamak  nan Salapan suku  Nagari Padang  dengan tidak membeda-bedakan  antara sutan – sutan dan Datuak-Datuak dan ditetapkan gelar Pengulu suku  dari masing-masing suku  terdiri dari   :

No.

Pelarasan

Turunan Suku

Penghulu

I

Bodi-Chaniago

Sumagek

Chaniago Sumagek

Dt.Maharajo Basa

Mandaliko

Chaniago Mandaliko

Dt.Rajo Dihilie

Panyalai

Chaniago Panyalai.

Dt.Panduko Magek

Jambak

Jambak

Dt.Rajo Indo Bumi.

II

Koto – Piliang

Sikumbang

Tanjuang sikumbang

Dt.Sangguno Dirajo

Balai Mansiang

TanjuangBalai Mansiang

Dt.Rajo Gunuang Padang

Koto

TanjuangKoto Piliang

Dt.Rajo DiPadang.

Tanjuang Koto

Malayu.

Malayu

Dt.Maharajo Lelo.

XI.       Patah tumbuh hilang berganti.

9 September 1925 dan  12 Maret  1926 dibentuk kepengurusan    Kerapatan Adat  Nagari Ninik Mamak  nan 8 Suku   disetujui oleh pemerintah Belanda, tetapi tidak diterima oleh semua  Anak Nagari Padang

Pada tahun 1928 diadakan .Jabatan Wali Kota ( burgemester ) Pertama Padang  dibentuk oleh Gubernur Jenderal Belanda  dan ditetapkan tanggal 17 Agustus 1928, daerah kekuasaan  Burgemester adalah empat kecamatan  Padang sekarang yaitu , Padang Selatan Padang Barat , Padang Timur dan  Sebahagian Padang Utara.

1932. Kepengurusan Kerapatan Adat  Nagari Ninik Mamak  nan Salapan suku Padang disusun lagi .  keadaan ini  menggenang   disebabkab aktivitas untuk mencapai  kemerdekaan dan masuknya pemerintah Jepang,

Kemudian pada tahun 1956  kepengurusan   Kerapatan Adat Niniak Mamak nan  Salapan Suku Nagari Padang disusun lagi namanya  berobah hanya menjadi : Kerapatan Adat Nagari Padang ( KAN Padang ) , Kepengurusan ini   hampir diterima oleh semua Anak Nagari Padang  Ketuanya adalah   St.Didong glr.R.Nan Gadang. Setia Usahanya M.A.Syahbuddin glr.Dt.B.M.Sutan karena  mendekati hasil pertemuan tanggal 23 April 1922. aktivitasnya sangat disukai masyarakat .

1965.Tanggal 4 Agustus 1965 dibentuk kembali Pengurus Kerapatan Adat  Nagari Ninik Mamak  nan Salapan suku Padang dengan anggota sebanyak 14 Orang tetapi tidak diterima oleh masyarakat.

1971.Tanggal  26 Maret terbentuk lagi Pengurus Kerapatan Adat  Nagari Ninik Mamak  nan Salapan suku Padang dengan jumlah pengurus sebanyak 9 orang  ketuanya adalah Marah Amiruddin Dt. Basa Maharajo Sutan  suku  yakni Tanjung Koto

Pada tanggal 1 September 1989  diperbaruhi dengan Skep NO.06/Skep/NM-SS/Pdg-IX/1989. Tentang : Susunan Organisasi dan Personalia Pengurus Kerapatan Adat Niniak Mamak  Nan Salapan Suku Nagari Padang periode 1984 – 1994..

28 Februari 2001. disusun lagi  kepengurusan Kerapatan Adat Niniak Mamak  Nan Salapan Suku Nagari Padang dengan  Surat Keputusan  NMN8SNP No. 03/SK /NMN8SNP / Pdg/V/2001 tentang : Susunan Dewan Adat dan  Badan Pelaksana NMN8SNP periode 2001- 2006

Yang diangkat menjadi Dewan Adat Kerapatan Adat Niniak Mamak Nan       Salapan Suku Nagari Padang  adalah :

  • Sutan Harun Alrasyid glr. St. Maharajo Depang (Suku Caniago Sumagek )
  • Sutan Moenir glr  Rajo Kaciek (Suku Tanjung  koto )
  • DRS Marah Rigal glr. Rajo Penhulu (Suku Caniago Panyalai )
  • Sutan Awal glr. St Rajo Penghulu (Suku Jambak )
  • Drs.Marah Ahmad Rahmadi Glr.Marah Rajo Sulaioman Akt ( Suku Chaniago Mandaliko)
  • Drs.H.St.Syahrul Nurmay  Glr. St.Maruhun Alamsyah ( Suku Melayu)
  • Ir.St.Ridonal Glr.Sutan Mantari ( Suku Tanjung Sikumbang.)
  • Drs.Bgd.Dharma Ganto Glr.Bagindo Dharma ( Suku Tanjung Balaimansiang )

Badan Pelaksana Harian Ninik mamak nan 8 Suku. Nagari Padang  tahun 2001- 2006. dengan  susunan sbb :

Ketua           : Drs. Syuib Rajo Bandaro MS.

Wakil Ketua :Kol.Kav.H.Mastarmansyah Glr.St.Marajo

Sekretaris.    : Drs.Musyriwandi.R.Rajo Alam.

Wakil Sek    :St.YuswarBurdanil Glr.St.Rajo Gandam ,Spd.

Bendehara.   :Ir.H.Marah Nurmatias. Marah Alamsyah,MS.

Wakil Bend. :M.Iqbal Rahman Rajo Basa ,ST,MBA

BIDANG-BIDANG

A.         Bidang Adat/ Syariat

1.      Boerhan Dt. Bagindo Rajo

2.    Anwar Adam Marah Alamsyah

3.    DRS. H. Marah Rahmadi Marah Rajo Sulaiman ,Akt

4.    Amri St. Mudo

B.         Bidang Pembangunan Kampung  Perkotaan

1.      Ir. H. St. Ridonal St Mantari

2.      Ir.Amril Wahab Rajo Sulaiman. CES

C.        Bidang Hukum

1.      Sutan Lukman St. Maruhun Alamsyah,SH

2.      Drs. Marah Murzil Djabar

3.      Drs. Yusbar Yulius.

Diterbitkan oleh : KAN Padang Niniak Mamak Nan Salapan Suku, Padang, Agustus 2002

 

Badan Pelaksana

KAN Padang

Niniak Mamak Nan Salapan Suku

KAN Padang                                                                                      Ketua

Niniak Mamak Nan Salapan Suku

Dto                                                                                          Dto   

 

Drs.Syuib.MS Glr.Rajo Bandaro   Sutan Harun Alrasyid St. Maharajo Depang

13 Comments

  1. fajri

    asalam….pak.. saya fajri nasution pemimpin redaksi tabloid monitor, saya mau minta nomor hp yang isi lubuk gambir blog…saya sangat berterimaksih..pak kalaw saya dapat kontak person tsb,,,karn saya butuh bebrapa bahan sejarah kota padang yang lengkap untuk edisi budaya di tabloid kami trims

    • wa alaikum salam, pak. saya yang membuat blog tsb, pak. nama saya Roni (Syafroni, mail ronny@pthidroflex.com). no Hp 085210752893 atau 081364207969. mgkn ada yg bisa saya bantu pak?

  2. ~padusi~

    Assalamualikum, wr. wb

    Roni…. bagus sekali tulisan ini . Dapat dijadikan referensi bagi dusanak yang berasal dari Kota Padang. Boleh sharing info ya.. untuk dimasukkan di halaman bundo kanduang….

    Wassalam

  3. boleh2 saja, Bu, memang itulah tujuan dari blog ini, yang merangkum semua informasi ttg sejarah2 dan tambo2 lamo yang berserakan dari berbagai fihak…

  4. Mokasih, Fadli…

  5. lutfi

    Kalau dibaco baliak berarti nan mangko nagari padang di maso lalu niniak mamak urang Tanjuang…iyo bana Tanjuang iko arun…

    • yo, Urang Tanjung nan partamo manaruko di Padang nampaknyo… salah seorang keturunannyo jadi Gubernur kini, hehe

  6. Mohin maaf pak Bapak saya bernama Sutan Martunus gelarnya kalo tidak salah Datuk Rajo blabla dan kakek saya bernama Sidi Tahar , konon mereka merupakan pengurus adat di sekitar teluk bayur. Apakah bapak mengenalnya. Terima kasih

    • Saya sedang mencari tahu mengenai kakek dan almarhum bapak saya. Tks

      • Tanjuangkaciakmuaropaneh

        siapa nama ayah dan kakek bapak sutan?

    • Tanjuangkaciakmuaropaneh

      Maaf pak saya menemukan infonya

Trackbacks

  1. ” Kubuang Tigo Baleh “ « ~ RANAH BUNDO KANDUANG ~
  2. Tambo Nagari Padang Salapan Suku « Paco Paco

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: