Tanjuang Kaciak

Kaum Pasukuan "Bujang Sambilan" dari Muaro Paneh Kubuang XIII di Bayang Nan VII – Pessel

Suku Malayu di Minangkabau


Suku Malayu (kadang ditulis “Suku Melayu “) adalah salah satu suku (klan) yang populasinya tergolong besar di Minangkabau. Mereka menganut adat Minangkabau yang matrilineal, mempunyai pemuka-pemuka adat atau penghulu yang disebut Datuk. Kalau mereka ditanya, mereka tentu akan menjawab bahwa mereka adalah orang Minang atau orang Padang, bukan orang Melayu di luar Minangkabau seperti Melayu Riau, Melayu Jambi, Melayu Bengkulu, Melayu Palembang, Melayu Malaysia dan Melayu-melayu lainnya. Suku Malayu umumnya menganut adat Lareh Koto Piliang namun ada pula yang memadukan kedua sistem adat di Minangkabau yaitu Lareh Koto Piliang dan Lareh Bodi Caniago tergantung di nagari mana mereka tinggal.

  • Melayu sudah menjadi klan atau marga tersendiri di Minangkabau mengamalkan adat matrilineal. Orang sesuku tidak boleh saling mengawini kecuali di zaman sekarang sudah dibolehkan menikahi orang sesuku dengan syarat berbeda datuk dan nagari atau desa.

Etimologi
Tak jarang orang Minang menuliskan suku ini dengan Suku Melayu yang sebenarnya menimbulkan kerancuan dengan istilah Suku Melayu yang merupakan suku di luar suku Minangkabau. Padahal harusnya ditulis Suku Malayu mengikuti dialek Minangkabau yang tak mengenal suku kata awal mengandung huruf e atau e pepet..

Asal-usul Suku Malayu
Besar kemungkinan Suku Malayu di Minangkabau awalnya berasal dari Melayu luar wilayah Minangkabau yang datang ke wilayah Minangkabau bersamaan dengan pemindahan pemerintahan Kerajaan Malayu Darmasraya ke pedalaman Minangkabau di Pagaruyung dan menerima pengakuan sebagai orang Minang sehingga mereka bersuku sebagaimana suku-suku di Minangkabau. Dipercaya Suku Malayu dibawa dan didorong oleh Adityawarman untuk menyebar ke seluruh wilayah Minangkabau bersama suku Minang lainnya.
Pendapat lain menyatakan bahwa malah sebaliknya suku Melayu Minangkabau inilah yang merupakan nenek moyang Suku Minangkabau. Kalau dilihat dari sejarah, Minangkabau tidak pernah disebut dalam sejarah Sumatera kuno kecuali nama Moloyou yang tak lain adalah Melayu. Dan memang wilayah adat Minangkabau terletak berdekatan dengan wilayah pusat Kerajaan Melayu, yaitu di hulu Batang Hari, Jambi.

Dalam perjalanan sejarah, banyak orang Minangkabau yang merantau ke berbagai wilayah luar Minangkabau dimana sebagian wilayah itu adalah wilayah Melayu. Dan karena prinsip orang Minang “Dimana bumi dipijak disana langit dijunjung”, para perantau Minang ini banyak yang kemudian melebur kedalam adat suku setempat yang ditandai dengan hilangnya perhatian mereka pada asal usul suku (klan atau marga) mereka sewaktu di Minangkabau dan tak jarang orang Minang menjadi Melayu.

Suku Malayu sebagai suku Raja

Di beberapa nagari di Minangkabau, suku Malayu merupakan suku keluarga raja misalnya di Solok Selatan, Lunang dan Indropuro (Pesisir Selatan), Ampek Angkek (Agam), nagari Air Bangis (Pasaman) dan beberapa nagari lain. Di Solok Selatan, suku Malayu merupakan suku dari Yang Dipertuan Sultan Besar Raja Disembah atau Raja Alam.
Di kerajaan Darmasraya, diduga kuat bahwa keluarga kerajaan juga bersuku Malayu dan tentu saja keluarga kerajaan Pagaruyung juga bersuku yang sama yaitu Suku Malayu.
Suku Malayu sebagai Suku Asal Suku Minangkabau
Dikutip dari Buku Sejarah Kebudayaan Minangkabau bahwa suku-suku yang ada dalam kelompok suku Minangkabau merupakan pemekaran dari suku Malayu.

Berikut uraiannya:

Suku Melayu terpecah menjadi 4 kelompok dan setiap kelompok mengalami pemekaran menjadi beberapa pecahan suku sebagai berikut:
1.    Melayu nan IV Paruik (Kaum Kerajaan) :

1.    Suku Malayu
2.    Suku Kampai
3.    Suku Bendang (Suku Salayan)
4.    Suku Lubuk Batang

2.    Melayu nan V Kampung (Kaum Datuk Nan Sakelap Dunia, Lareh Nan Panjang)
1.    Suku Kutianyie
2.    Suku Pitopang
3.    Suku Banuhampu (Suku Bariang)
4.    Suku Jambak
5.    Suku Salo

3.    Melayu nan VI Ninik (Kaum Datuk Perpatih Nan Sebatang, Lareh Bodi Caniago)
1.    Suku Bodi
2.    Suku Singkuang (Suku Sumpadang)
3.    Suku Sungai Napa (Sinapa)
4.    Suku Mandailiang
5.    Suku Caniago
1.    Suku Mandaliko
2.    Suku Balaimansiang (Suku Mansiang)
3.    Suku Panyalai
4.    Suku Sumagek
6.    Suku Sipanjang (Supanjang)

4.    Melayu Nan IX Induak (Kaum Datuk Ketumanggungan, Lareh Koto Piliang)
1.    Suku Koto (Andomo Koto)
2.    Suku Piliang
3.    Suku Guci (suku Dalimo)
4.    Suku Payobada (suku Dalimo)
5.    Suku Tanjung
6.    Suku Simabur
7.    Suku Sikumbang
8.    Suku Sipisang (Pisang)
9.    Suku Pagacancang

Persebaran Suku Malayu di Minangkabau
Di beberapa daerah di Minangkabau (luhak dan rantau), Suku Melayu disebut sebagai suku raja seperti di Air Bangis, Lunang, Inderapura, Sungai Pagu dan Ampek Angkek (Agam).

Di beberapa daerah, Suku Melayu juga banyak terjadi pemekaran suku menjadi beberapa pecahan misalnya Suku Melayu Gadang, Suku Melayu Panai, Suku Melayu Ganting, Suku Melayu Durian, Suku Melayu Guci dan seterusnya.
Suku Melayu menyebar hampir ke seluruh wilayah Minangkabau baik luhak (darek) maupun rantau. Di Sungai Pagu (Muara Labuh, Sangir dan sekitarnya), raja alam dipegang oleh Suku Melayu dengan gelar Yang Dipertuan Raja Disembah. Di Lunang, penduduknya juga mayoritas bersuku Melayu dengan banyak pecahannya. Di Tanah Datar dan Pasaman, suku Mandailiang juga merupakan bagian dari Suku Melayu. Begitu pula di Cupak, Solok, Suku Malayu juga dominan.
Pemekaran

Seiring dengan pesatnya pertumbuhan populasi warga suku Malayu, pemekaran suku menjadi hal yang tak dapat dihindari. Telah terjadi pemekaran suku Malayu menjadi beberapa pecahan suku di berbagai nagari di Minangkabau, antara lain:
•    Malayu Panai
•    Malayu Gadang
•    Malayu Gadang Ranatu Kataka (Lunang)
•    Malayu Gadang Kumbuang (Lunang)
•    Malayu Gantiang
•    Malayu Ampek Niniak (Empat Nenek) (Solok Selatan}
•    Malayu Ampek Paruik (Empat Perut) (Solok Selatan)
•    Malayu Bariang Ampek Paruik (Solok Selatan)
•    Malayu Koto Kaciak Ampek Paruik (Solok Selatan)
•    Malayu Durian (Malayu Rajo)
•    Malayu Kecik (Kecil) (Lunang)
•    Malayu Durian Limo Ruang (Solok Selatan)
•    Malayu Badarah Putiah,
•    Malayu Baduak,
•    Malayu Balai,
•    Malayu Baruah,
•    Malayu Bendang,
•    Malayu Bongsu,
•    Malayu Bosa,
•    Malayu Bungo,
•    Malayu Cikarau,
•    Malayu Gandang Perak,
•    Malayu Kumbuak Candi,
•    Malayu Kumbuak Harum,
•    Malayu Lampai,
•    Malayu Lua,
•    Malayu Panjang,
•    Malayu Patar,
•    Malayu Siat,
•    Malayu Talang,
•    Malayu Tobo,
•    Malayu Tongah (Tangah)

Kerabat
Di antara suku-suku yang termasuk rumpun suku Melayu di Minangkabau adalah :
•    Suku Panai
•    Suku Bendang
•    Suku Kampai
•    Suku Mandailiang
Gelar Datuk Suku Malayu
•    Datuk Kayo
•    Datuk Kulilingi
•    Datuk Maruhun Tinggi
•    Datuk Bagindo Basa
•    Datuk Basa
•    Datuk Basa Batuah
•    Datuk Rajo Mole
•    Datuk Sari Mole
•    Datuk Bandaro Hitam
•    Datuk Rajo Dilie
•    Datuk Topo
•    Datuk Tuo
•    Datuk Bagindo
•    Datuk Rajo Nan Godang

32 Comments

  1. risakotaputra@yahoo.co.id

    Sato ambo sakatek, maagiah pamdapek sanak…
    Penduduk bumi ini sudah barang tentu katurunan Adam jo Siti Hawa, dan setelah kiamat Nabi Nuh yang menjadi kakek moyang kito adolah Yafith, Sam dan Ham. Yafith menurunkan bangsa Eropah, Rusia, Cina, Jepang, Mongol dan Turki, dan Sam menurunkan bangsa Arab, Iran, Yordan dll, sedangkan Ham melahirkan bangsa AFRIKA DAN MESIR. Afrika ini adalah ras Negrito juga Astromelanesoid juga Aborigin.
    Penduduk asli Nusantara sudah ada sejak tahun 3.000 SM itu yaitu dari Ras Astromelanesoid. Sekitar tahun 350 SM masuklah Ras Melayu yang berasal dari utara India, selatan Rusia, timur Afganistan dan arah barat dari Tiongkok, inilah yang disebut dengan India Belakang. Ras ini dikenal dengan PROTO MELAYU (melayu tua). Di Indonesia ada tiga Ras Melayu Tua yaitu Etnis Batak, Etnis Toraja dan yang agak muda Etnis Minangkabau, ini disebut manusia gunung/bukit oleh sebab mereka itu “bermukim” di pinggang bukit/gunung. Coba perhatikan “Rumah Adat Mereka”, pastilah mirip, yaitu: 1. Atap menjulang kiri kanan seperti Tanduk Kerbau, 2. Rumah panggung, ini berebda dengan rumah adat etnis lain yang ada di nusantara.
    Ketiga etnis ini awalnya adalah BUDHA-ANISMISME (pemunja alam), jika Batak dan Toraja dominan di pengaruhi Kristen Protestan, sedangkan Minangkabau telah dipengaruhi Islam sejak pertengahan abad ke-7 melalui Dharmasraya (Batang Hari) dan Muara Takus (Batang Kampar). Selain ketiga Etnis tersebut yang ada di Nusanatara saat ini tergolong kepada Ras Melayu Muda (Deutero Melayu), kecuali daerah timur yang masih ada dari Astromelanesoid (Papua dan Timor Leste). Melayu muda itu mendiami daerah pesisir (bukan di pinggang gunung), yang mereka ini masuk nusantara awal-awal abad masehi dan berintegrasi dengan Ras Melayu Tua yang menyebar (“merantau”) ke pasisir melalui aliran sungai. Perhatikan Rumah Adat Pesisir, pastilah mirip dari Aceh sampai ke Jawa dan Sulawesi.

    Penyebaran penduduk Sumatera tengah dan Selatan termasuk juga sebagai utara yang ada saat ini adalah demikian. Penduduk Minangkabau (Proto Melayu) datang dari India Belakang melalui Kota Lhasa berayar mengarungi Laut Cina dan merapat di pantai timur Sumatera, menuju Gunuang Berapi (MARAPI), melalui Sungai Kampar dan terus menuju Pinggang Gunuang Marapi, lalu bermukim di PARIANGAN PADANG PANJANG sekarang. Di daerah ini mereka menemui tempat bermukim yang cocok untuk mendekati kepada yang maha suci di Puncak Gunung, sebagaimana asal mereka dari Pinggang Gunung Himalaya (tanah basa), yang kemudian oleh Anak Keturunan Minangkabau Pariangan pun disebut sebagai tanah basa. Setelah bermukim di Pariangan, untuk berinteraksi (berhubungan) dengan masyarkat lain (bangsa-bangsa) mereka kembali (“merantau”) ke pertemuan Batang Kampar Kiri dan Kampar Kanan, yang kemudian dikenal sebagai “MINANGTAMWN” atau pertemuan dua sungai, dan terkenal dengan MUARA TAKUS, dengan bukti adanya Candi Budha di daerah ini, yang dianggap terua di Nusantara. Selain itu rantau yang lain dari penduduk Pariangan adalah Pulau Punjuang, di pertemuan hulu Batanghari dengan

  2. rama

    Mungkin agak rancu klo d bilang suku minangkabau berasal dr suku melayu…. krn istilah melayu baru ada pada abad k 7 seiring dengan berdirinya kerajaan melayu tua d hulu sungai batang hari…. padahal sebelum kerajaan melayu tua itu ada istilah minang sudah di pakai…..

  3. terimakasih sdr Risa Kota Putra dan Sdr Rama atas tanggapan anda.
    saya sependapat dengan sejarah penyebaran nenek moyang Minangkabau yang diutarakan oleh Sdr Risa.

    Sdr Rama, menurut kapan dan dimana saja istilah minang sudah dipakai sebelum abad 7? mohon pencerahannya.
    makasih

  4. wah baru tahu ternyata sejarah melayu begitu beragam dan banyak suku melayu di tanah sumatra

    • memang sejarah melayu begitu beragam, Bung Mardiyanto, suku Melayu menyebar hampir di seluruh asia tenggara, silahkan cek, di Vietnam dikenal sebagai orang Cham atau Champa (Campo), di Thailand orang Patani, di Filifina orang Sulu dst… makasih atas kunjungan anda

      Regards
      Syafroni Malin Marajo, suku Tanjuang Guci, Bogor

  5. budi

    kok aneh ya rasanya kalo lebih duluan melayu di banding kan minang.. rasanya tak ada kebudayaan2 melayu yang kuno, mulai dari adat istiadat, aturan tata negara, masakan, pakaian adat, kiat-kiat, politik pemerintahan, bahkan kerajaan Sriwijaya pun disebutkan berasal dari Minanga.
    orang malaysia saja tidak malu2 mengatakan berasal dari minangkabau..
    aneh…

  6. jhony A, S.Pd

    Assallammu’alaikum wrwb,,ambo jhony gala bagindo sutan, suku melayu…ambo ka batanyo, Ambo butuh info ttg suku ambo,maklum ambo lahia gadang di rantau.ambo nio tau ttg sia nan Datuak & panghulu di ate rumah gadang ambo & asa ato balahan suku melayu ambo…mokasi sanak2 ambo.

  7. Minang itu sendiri bagian dari Malayu, sdr Budi…. jadi adat istiadat Minangkabau, masakannya dan tradisi2 yang lainnya merupakan bagian dari dunia Malayu… dan Malayu itu sudah teramat luas wilayahnya…

    dan ingat Minanga itu tidak sama dengan Minangkabau…

    dan tidak semua orang Malaysia itu keturunan perantau Minang..

    terimakasih

  8. sdr Jhony, kalau anda bertanya tentang penghulu dan datuak suku anda, tentu harus diketahui dulu kampung anda dimana.. darisana akan ketahuan siapa saja penghulu atau datuak suku Malayu anda.. dan juga ada banyak pecahan atau pemekaran dari suku Malayu tsb..

    • Ahli budaya melayu..

      Anak Lubuk gambir itu adalah orang minang yang sudah tidak mengakui lagi sbg org minang..(minang anyut) coba tanya kakek nenekmu pasti dia akan bilang nenek moyangmu dari minangkabau, dasar anak kemaren sore, ego lu..

    • Ahli budaya melayu..

      dari nama lu aja klihatan klo lu tu anak kemaren sore.., dalam bahasa indonesia gambir itu tidak sesuai EYD dan tidak dikenal..yang ada adalah lubuak gambia (bhs minang) tw lu..blajar yang rajin..jngan sok lah..

    • Ahli budaya melayu..

      Cobalah anda lihat data resmi dari pemerintahan malaysia dan brunai darussalam mereka akan mengakui klo nenek moyang mreka dari minangkabau…dan tanya pada budayawan mereka..anda blum keliling dunia udah coba2 menganalisa..tidak sesuai dengan fakta..anda sperti menngembalikan hujan kelangit..jangan coba2 adu domba minangkabau dan suku melayu minang yang ada..mereka adalah satu kesatuan adat alam minangkabau, jelas,..

  9. Pak tolong. Info silsilah hulu balang rumah panjaang di pesisir selatan ,trm ksh

  10. Pak tolong. Info silsilah hulu balang rumah panjaang suku melayu tua di pesisir selatan,trm ksih

  11. Ahli budaya melayu..

    Anak Lubuk gambir itu adalah orang minang yang sudah tidak mengakui lagi sbg org minang..(minang anyut) coba tanya kakek nenekmu pasti dia akan bilang nenek moyangmu dari minangkabau, dasar anak kemaren sore, ego lu..

  12. Ahli Budaya Melayu… anda panas ya? hahaha…. seorang ahli kok panas sih?

  13. zubir

    Terima kasih atas penjelasan mengenai asal usul melayu minang. Saya berbangga walaupun jauh di Negeri Sembilan.

    • sama2, pak Zubir… semoga kita selalu bisa berbagi

  14. Masa kejayaan akan digilirkan

    anda seperti konspirator..awalnya bicara baik tentang minang eh akhirnya menghancurkan..benci sekali dengan minangkabau..karena adat dan budayanya..duduk sama rendah berdiri sama tinggi..baik raja dan datuk serta anak anak suku semuanya setara dalam adat minangkabau..di minangkabu raja hanya sebagai simbol..sama halnya dengan malaysia..orang malaysia dan singapur ngaku keturunan minang..eh malah anda cari cari masalah dengan buat tulisan kek gini..BETUL RUPANYA ANDA SYIAH HAHAHAHA TERBUKA KEDOKMU

    • Masa kejayaan akan digilirkan

      PASTI KARENA MINANGKABAU BANYAK MELAHIRKAN PARA ULAMA DIDIKAN ARAB SAUDI..BUKAN SEPERTI ANDA DIDIKAN IRAN

      • Masa kejayaan akan digilirkan

        iNGATLAH ALLAH TAK AKAN PADAMKAN CAHAYA ISLAM..orang orang syiah akan ditenggelamkan ke dasar bumi karna ingin menyerang ka’bah di akhir zaman..dan jangan sampai anda berada di barisan tsb…

      • waduh… anti syi’ah

      • waduh

    • waduh, ada yang sakit rupanya

  15. The Greate Malay Race

    istrinya pm malaysia najib masih punya saudara minang di sumatra.

    • Tanjuangkaciakmuaropaneh

      benar

  16. aneh !! …. Lubuk Gambir ko iyo anak ketek mah, baru baraja manulih di blog ruponyo… bia se lah kini inyo jo anggapan inyo tu, rajin2 lah googling sejarah minang yo diak yo🙂.

    • Tanjuangkaciakmuaropaneh

      apo tu Zahra? haha.. sewot amat..

  17. Sutan Marajo

    1. Suku Salayan berbeda dengan Suku Bendang, Salayan adalah bagian dari Lareh Bodi Chaniago, pecahan dari Chaniago.

    2. Malayu V Kampung selain suku yg disebut diatas juga berisikan Suku Maih dan Suku Domo. Maih banyak di Pasaman Timur sedang Domo banyak di 50 Kota dan Kampar.

    3. Suku Bariang justru adalah bagian dari Klan Malayu bersama Bendang, Panai, Kampai, Mandailiang dan Malayu, yaitu Klan Malayu IV Niniak. bariang banyak terdapat di Solok Selatan, selain Bariang ada Suku Durian yang juga anggota Klan Malayu.

    Demikian ralat dari ambo, trims.🙂

    • TanjungGuci

      terimakasih

  18. HENDRA

    APAKAH BENAR SUKU MALAYU MINANG ITU KEPALA DARI SUKU-SUKU YANG ADA DI MINANGKABAU

    • TanjungGuci

      tidak benar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: