Tanjuang Kaciak

Kaum Pasukuan "Bujang Sambilan" dari Muaro Paneh Kubuang XIII di Bayang Nan VII – Pessel

Ranji Suku Caniago Datuk Rajo Panghulu di Lubuk Gambir


Sebenarnya ada beberapa paruik dalam suku Caniago Datuk Rajo Panghulu di Lubuk Gambir:
1. Paruik Gek Tini
2. Paruik Gek Rabani
3. Paruik Belahan Yang di Lumpo
4. Paruik belahan yang di Painan

1. Paruik Gek Tini

Gek Tini (Kartini) dikabarkan pernah menikah dengan Angku Apung dari kaum kami, suku Tanjung Guci di ikua koto, dan dikaruniai beberapa orang anak tapi meninggal dalam usia muda semua. Kemudian Gek Tini menikah lagi dengan Yah Josan dari suku Malayu Koto Barapak, anak dari Yah Nuh suku Jambak asal Lubuk Gambir. Dari pernikahan inilah, lahir Jamalus yang merupakan ayah kandung dari penulis. Ayah saya, Jamalus, kemudian mewarisi pulo dari mamaknya Djurin gelar adat datuak Rajo Panghulu.

Gek Tini mempunyai 3 orang saudara laki dan seorang kakak perempuan. Saudara laki-lakinya bernama Djurin, Fikir dan Sade. Djurin kemudian mewarisi Sako gelar Datuk Rajo Panghulu dari mamaknya, sehingga ia pun sering dipanggil “Pucuak” karena Datuak Rajo Penghulu merupakah salah seorang dari Pucuk Nan Batigo yang turun dari darek (Luhak Kubuang Tigo Baleh).

Djurin menikah dengan beberapa orang perempuan. Salah satunya adalah saudara perempuan dari Yah Buyuang Baruah di ikua koto. Dari pernikahan ini dikaruniai beberapa orang anak : Baya, Baiti, Pudin, dan seorang laki-laki yang beristri orang Kapujan.

Kakak perempuan dari Gek Tini mempunyai seorang anak perempuan bernama Lumat. Lumat ini beranak Marzuki yang kemudian nikah dengan Tinur anak Angku Apung dengan istrinya Jaori.
Marzuki mempunyai beberapa anak yang tinggal di kota Padang, daerah Jati.

2. Paruik Gek Rabani

Gek Rabani mempunyai kakak perempuan bernama Kuteh. Gek Kuteh mempunyai beberapa orang anak yaitu : Lela, Jubai dan beberapa orang lainnya, sebagian tinggal di Bukittingi dan sebagiannya di Padang.

Gek Rabani dengan suami pertamanya beranak : Hajar (Ajan) dan Ilih (Koyong), kemudian menikah lagi dengan Yah Yuang Baruah (mamak rumah Angku Pucuak), beranak : Icik dan Isaf.

Ajan menikah dengan Unang dari malayu Ganting, beranak dua laki-laki : Ujang dan Izal. Ilih dengan suami pertamanya (Tajudin) beroleh anak : Imar, menikah dengan Yah Mawin (sepupu dari yah Basin), beranak : Buyung, pik Aruik, Apuak, Andi, si In, Anto dan seorang laki-laki.

Icik beroleh anak dari suami pertamanya : supik, dari suami keduanya : Dafril. Isaf menikah dengan Eti anak Tamir.

3. Paruik Lumpo.

Penulis kurang tahu bagaimana dan siapa saja anggota dari paruik ini, tapi kami (saya dan rombongan Paruik Gek Rabani beserta ayah saya) pernah mengunjungi mereka di Lumpo pada malam hari.

4. Paruik Painan.

Ada beberapa keluarga disini tapi penulis tidak mengetahui persis nama-nama mereka.

Baik paruik Lumpo maupun paruik Painan tidak diketahui dengan pasti hubungan mereka dengan paruik Gek Tini dan paruik Gek Rabani. Menurut cerita dari orang tua-tua, paruik Gek Rabani ini dijemput ke Lumpo oleh Paruik Gek Tini karena mereka kawatir keturunan dari paruik gek Tini ini akan punah secara adat. Dan apa yang dikawatirkan benar-benar terjadi, paruik Gek Tini punah secara matrilineal, tidak ada penerus dari fihak perempuan.

Satu-satunya keturunan dari fihak Gek Tini yang hidup adalah ayah saya, Jamalus Datuk Rajo Panghulu. Gelar adat inipun akan diperebutkan diantara paruik-paruik yang ada yaitu paruik Gek Rabani, Paruik Lumpo dan Paruik Painan.

Sedikit tentang Paruik Gek Nurani (Datuak Rajo Alam)

Menurut sebuah sumber, aslinya mereka dijemput dari Kapencong, desa sebelah, atas sebuah kesepakatan para ninik. Mereka diberikan tanah perumahan yang lumayan luas dan juga sawah ladang yang juga cukup luas di Ngalau seberang.

Gek Nurani bersaudara dengan Liamat dan Nan Rompeng. Gek Nurani beranak Liar, Mawardi, Gadih, si As, dan Upik Pinang. Sementara Nan Rompeng beranak Wardah dan Pudin. Liamat tidak diketahui banyak tentang beliau. Konon diketahui bahwa Liamat juga dipanggil Rajo Alam karena ia adalah pewaris Datuk Rajo Alam (caniago Kapencong tapi karena perjanjian, gelar tersebut dilipat saja seperti halnya Datuk Bandaro suku Caniago di ikua koto juga dilipat sehingga semua caniago bernaung dibawah Datuk Rajo Panghulu saja).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: