Tanjuang Kaciak

Kaum Pasukuan "Bujang Sambilan" dari Muaro Paneh Kubuang XIII di Bayang Nan VII – Pessel

Kontroversi Minangkabau


Semenjak lama nama Minangkabau sudah menjadi kontroversi di tengah masyarkat luas baik masyarakat Minang sendiri maupun luar Minang, termasuk sejarawan, kalangan agamawan, para pakar, cendekia, mahasiswa, pelajar, guru-guru di sekolah.

ada yang menyatakan bahwa istilah Minangkabau sudah ada di kitab Negarakertagama (sebuah kitab yang menjadi rujukan dalam membicarakan kerajaan-kerajaan di Jawa). tapi ada yang menyanggah bahwa di kitab Negarakertagama tertulis nama Minangkabwa, bukan Minangkabau.

berikut petikan dari Kitab Negarakertagama:
           “(1). Terperinci demi pulau negara bawahan, paling dulu M’layu, Jambi, Palembang, Toba dan Darmasraya, pun ikut juga disebut daerah Kandis, Kahwas, Minangkabau, Siak, Rokan, Kampar dan Pane, Kampe, Haru serta Mandailing, Tamihang, negara Perlak dan Padang (2) Lwas dengan Samudra serta Lamuri, Batan, Lampung dan juga Barus, itulah negara-negara Melayu yang t’lah tunduk, negara-negara di pulau Tanjungnegara : Kapuas-Katingan, Sampit, Kota Lingga, Kota Waringin, Sambas, Lawai ikut tersebut”

Ada pula yang menyatakan bahwa istilah Minangkabau sudah ada di prasasti Kedukan Bukit (th 682 Masehi). tapi yang tertulis disitu masih kontroversi tentang kosakata kedua yaitu Minangakamwar, Minangakanvar, Minangatamwan, dan Minanga-minanga lainnya. ada yang membantah bahwa di daerah Palembang sana memang ada nama daerah Binanga, mgkn yang dimaksud Minanga itu adalah negeri Binanga tersebut.

Berdasarkan prasasti tersebut, ada yang menafsirkan Minangatamwan sebagai daerah dimana disana terdapat pertemuan dua sungai besar, yaitu sungai Kampar kiri dan Kampar kanan, letaknya arah ke hulu Kampar, dekat kabupaten 50 koto, Sumatera Barat, dekat nagari Mahat (Mahek dalam dialek Minang).

Ada pula yang menafsirkan bahwa istilah yang dimaksud adalah Minangakamwar atau Minangakampar artinya sungai kembar atau sungai Kampar karena memang terdapat Kampar kiri dan Kampar kanan.

Kalau dikatakan bahwa benar maksudnya adalah pertemuan sungai kampar kiri dan kampar kanan, maka rombongan pendiri kerajaan Sriwijaya datang dari hulu Kampar (Mahat). mereka menghiliri sungai tersebut dalam jumlah ribuan tentara hingga ke muara kampar kemudian berlayar ke selatan menuju muara sungai Musi. sebagian besar dari mereka berjalan kaki.

Dapunta Hyang naik perahu pada tanggal 23 April 682 M, berangkat dari Minanga bersama 20 ribu tentara pada tanggal 19 Mei 682 (berarti 27 hari menuju Minanga). Kemudian tiba di Muka Upang, di pinggir sungai Musi pada tanggal 16 Juni 682 M (berarti 29 hari perjalanan dari Minanga ke Muka Upang).

Berikut bunyi prasati Kedukan Bukit:

“swasti śrī śakavaŕşātīta 605 (604 ?) ekādaśī śuklapakşa wulan waiśākha Dapunta Hiyang nāyik di sāmwau mangalap siddhayātra, di saptamī śuklapakşa wulan jyeşţha Dapunta Hiyang maŕlapas dari Minānga tāmwan mamāwa yang wala dualakşa dangan ko-(sa) dua ratus cāra di sāmwau, dangan jālan sariwu tlu rātus sapulu dua wañaknya dātang di Mata Jap sukhacitta di pañcamī śuklapakşa wulan  laghu mudita dātang marwuat wanua Srīwijaya, jaya siddhayātra subhikşa…”


Terjemahan:

“Selamat ! Tahun Śaka telah lewat 604, pada hari ke sebelas paro-terang bulan Waiśakha Dapunta Hiyang naik di sampan mengambil siddhayātra. di hari ke tujuh paro-terang bulan Jyestha Dapunta Hiyang berlepas dari Minanga tambahan (?) membawa bala tentara dua laksa dengan perbekalan dua ratus cara (peti) di sampan dengan berjalan seribu tiga ratus dua belas banyaknya datang di Mata Jap (Mukha Upang) sukacita. di hari ke lima paro-terang bulan….(Asada) lega gembira datang membuat wanua Śrīwijaya, jaya siddhayātra sempurna….”


2 Comments

  1. Belajar Yuk Bahasa Melayu Kampar

    indonesia – kampar
    air – ayu
    ajar – ajau
    antar – antau
    akar – akau
    mengantar – mengantau
    benar – bonou
    belajar – belajau
    besar – bosau
    bubur – bubu
    bentar – bontau/ bontou
    sebentar – sebontou
    bakar – bakau
    catar – catau
    cadar – cadau
    cair – cayu
    cakar – cakau
    dasar – dasau
    dampar – dampau
    terdampar – tadampau
    harimau – ghimau
    hambar – ambau
    hantar – antau
    jalar – jalau
    tampar – tampau
    panggil – imbau
    pagar – pagau
    panjar – panjau
    kasar – kasau
    pasar – pasau
    kabar – kabau
    kerbau -kobou/ kobau
    jeruk – limau
    merantau – maantau
    parit – bondau/ bondou
    sabar – sabau
    samar – samau
    sambar – sambau
    tengkar – tongkau

  2. terimakasih, Cu atas informasinya. mari sama-sama majukan Minangkabau dan Kampar..🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: