Tanjuang Kaciak

Kaum Pasukuan "Bujang Sambilan" dari Muaro Paneh Kubuang XIII di Bayang Nan VII – Pessel

Kesultanan Kuntu


Kesultanan Kuntu Kampar terletak di Minangkabau Timur, daerah hulu dari aliran Kampar Kiri dan Kanan. Kesultanan Kuntu atau juga disebut dengan Kuntu Darussalam di masa lalu adalah daerah yang kaya penghasil lada dan menjadi rebutan Kerajaan lain, hingga akhirnya Kesultanan Kuntu dikuasai oleh Kerajaan Singasari dan Kerajaan Majapahit. Kini wilayah Kesultanan Kuntu hanya menjadi sebuah cerita tanpa meninggalkan sedikitpun sisa masa kejayaan, Kesultanan Kuntu kini berada di wilayah Kecamatan Kampar Kiri (Lipat Kain) Kabupaten kampar.
Kuntu di masa dahulu adalah sebuah daerah yang sangat strategis baik dalam perjalanan sungai maupun darat. Di bagian barat daya Kuntu, di seberangnya ada hutan besar yang disebut Kebun Raja. Di dalam hutan yang bertanah tinggi itu, selain batang getah, juga ada ratusan kuburan tua. Satu petunjuk bahwa Kuntu dulu merupakan daerah yang cukup ramai adalah ditemukannya empat buah pandam perkuburan yang tua sekali sehingga hampir seluruh batu nisan yang umumnya terbuat dari kayu sungkai sudah membatu (litifikasi). Salah satu di antara makam-makam tua itu makam Syekh Burhanuddin, penyiar agama Islam dan guru besar Tarekat Naqsabandiyah yang terdapat di Kuntu. Makam itu berada dekat Batang Sebayang. Syekh Burhanuddin diperkirakan lahir 530 H atau 1111 M di Makkah Almukarramah dan meninggal pada 610 H atau 1191 M.
Menurut buku Sejarah Riau yang disusun oleh tim penulis dari Universitas Riau terbitan tahun 1998/1999, Kuntu adalah daerah yang pertama-tama di Riau yang berhubungan dengan pedagang-pedagang asing dari Cina, India, dan negeri Arab Persia. Kuntu juga daerah pertama yang memainkan peranan dalam sejarah Riau, karena daerah lembah Sungai Kampar Kiri adalah daerah penghasil lada terpenting di seluruh dunia dalam periode antara 500-1400 masehi. Zaman dahulu, Kuntu dikenal sebagai daerah yang subur dan berperan sebagai gudang penyedia bahan baku lada, rempah-rempah dan hasil hutan. Pelabuhan ekspornya adalah Samudra Pasai, dengan pasar besarnya di Gujarat. Kuntu juga adalah wilayah yang strategis sebab terletak terbuka ke Selat Melaka, tanpa dirintangi pegunungan.
Kuntu juga adalah tanah tua yang mula-mula dimasuki Islam yang dibawa oleh para pedagang dan di masa itu baru dianut di kalangan terbatas (pedagang) karena masih kuatnya pengaruh agama Budha yang menjadi agama resmi Sriwijaya di masa itu. Ketika Cina merebut pasaran dagang yang menyebabkan para pedagang Islam Arab-Persia terdesak, maka penyebaran Islam sempat terhenti.  Para pedagang Arab-Persia-Maroko mulai kembali berdagang di Kuntu dalam abad ke XII Masehi di masa kekuasaan Kesultanan Mesir era Fatimiyah, dinasti yang mendirikan Universitas Al Azhar di Kairo. Kuntu juga memiliki hubungan erat dengan Kerajaan Islam Dayah di Aceh di bawah Sultan Johan Syah dalam hal perniagaan. Setelah kerajaan Pasai berdiri, mereka bahkan berhasil memonopoli perdagangan rempah-rempah di Kuntu.
Sumber:
http://www.riaudailyphoto.com/2010/11/kesultanan-kuntu.html

2 Comments

  1. Dear Sir;

    Sorry,but Kunto Dar Es Salam is not a sulanate,but a kerajaan ruled y a sutan.The sutans of KDS are rated to the sultans of Siak and when Siak was weak,the sutans of KS had control over the areas around them.Fom a vey good historical article I could fad man detaiuls about the history of the kerajaan KDS.I have a very good and detaild list of the 4 co-rlers of the kerajaan here.The Yang diperuan Besar was the paramount raja,but had to share his power wit the Yang diperuan Jumadidalam,Yang dipertuan Muda and Tengku Panglima Besar.I know,that a certain Tengku Kamaruddin gelar Yang Dipertuan Besar ruled from ca. 1927 under a ruling council,because minor.He was confirmed as raja 26-11-1929 ,but was suspended from rle/deposed short before 9-1-1932.He was officially deposed 23-9-1932,because of financial misbeaviour/took money fro the statetreasure.Then there was the rule of a regent called Tengku Maäli gelar Tengku Pahlawan.As temporary-raja confirmed 22-2-1932.He still ruled in 1942.I want to know until,when he ruled and when he died and who after hm were the dynastyciefs of KDS and whow to contact the present calon raja of KDS and/or his family.We need a picture of him forour book about the kerajaan2 Indonesia,which we hope to publish n 2014 i English(aout all the ca. 30 kerajaan2 Indonesia).Kunto Daresalam had in 1930 2.546 people,not much,but it could be seen merely s a residence area of the sutans,who were nearly a sort of rulers of the areas also around them,getting the power from the kesultanan Siak.Thank you for your reaction. Salam hormat: DP Tic gMK/Pusaka

  2. Dear Mr DP Tick

    please advise, who control the Muara Takus Temple? which kingdom control the temple? please share the info. Thank you for visiting our blog.

    salam
    Malin Marajo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: