Tanjuang Kaciak

Kaum Pasukuan "Bujang Sambilan" dari Muaro Paneh Kubuang XIII di Bayang Nan VII – Pessel

Ali bin Husain (cucu Ali bin Abi Thalib)


Ali bin Husain dilahirkan dua tahun sebelum kakeknya Ali bin Abi Thalib wafat. Ia selamat dalam tragedi pembantaian di Karbala karena waktu itu ia sedang sakit, yang terbaring dalam tenda. Allah swt menyelamatkannya dengan mengurungkan niat pasukan Yazid untuk menghabisi semua laki-laki dalam rombongan Husein menuju Kufah. andaikan semua laki-laki dalam rombongan Husein habis dibunuh maka tidak akan ada yang tersisa dari keturunan Husein sampai saat ini.

Julukan Zainal Abidin dan As Sajad

Ali Ali bin Husain (658713) (Bahasa Arab: علي بن حسين زين العابدين) adalah imam ke-4 dalam tradisi Syi’ah 12 Imam. Ia anak dari Husain bin Ali dan cicit dari Muhammad. Ia dikenal oleh Syi’ah dengan julukan Zainal Abidin karena kemuliaan pribadi dan ketakwaannya dan as-Sajjad sebagai tanda “orang yang terus melakukan sujud dalam ibadahnya”.[1] Beliau juga dipanggil dengan nama Abu Muhammad, bahkan kadang ditambah dengan Abu al-Hasan. [2]

selama hidupnya ia banyak menghabiskan waktunya untuk banyak beribadah kepada Allah, menerima dan ridha dengan takdirnya dan takdir atas keluarganya. nama Zainal Abidin menginspirasi banyak orang di kemudian hari. sikapnya mendorong orang lain untuk meneladaninya, supaya tidak terlalu berambisi terhadap dunia, keputusan Allah swt jauh lebih baik dari sekedar kekuasaan dan harta.

Kelahiran dan Kehidupan keluarga

Kelahiran

Ali bin Husain dilahirkan di Madinah pada tahun 38 H/658-659 M menurut mayoritas riwayat yang ada, riwayat lainnya menyatakan ia dilahirkan pada tanggal 15 Jumadil Ula 36 H. Dua tahun tinggal bersama kakeknya, Ali bin Abi Thalib, 12 tahun tinggal bersama pamannya, al-Hasan, 23 tahun tinggal bersama ayahnya, al-Husain. Dia wafat di Madinah pada 95 H/713 M dalam usia 57 tahun, ada pula yang menyatakan wafat pada 25 Muharram 95 H. 34 tahun setelah kewafatan ayahnya. 34 tahun ia menjadi Imam dan dimakamkan di Pekuburan al-Baqi, Madinah sebelah pamannya, al-Hasan.[2]

Ibu

Ada beberapa riwayat yang menyatakan tentang siapa ibu dari Ali Zainal Abidin, antara lain:

  • Riwayat pertama menyatakan bahwa ibunya bernama Syahzanan putri dari Yazdigard bin Syahriyar bin Choesroe. Selain itu disebut juga ia bernama Syahrbanawaih. Khalifah Ali bin Abi Thalib mengangkat Huraits bin Jabir al-Hanafi untuk menangani urusan bagian provinsi-provinsi timur, Huraits memberikan kepada Ali dua putri Yazdigard bin Syahriyar bin Choesroe. Salah satu putri Yazdigard ini yang bernama Syahzanan diberikan Ali kepada putranya yang bernama al-Husain. Syahzanan kemudian memberikan anak lelaki kepada al-Husain. Anak lelaki ini bernama Zainal Abidin. Ali memberikan putri Yazdigard yang satunya lagi kepada Muhammad bin Abu Bakar, yang melahirkan seorang anak lelaki bernama al-Qasim.[2]
  • Riwayat lainnya menyatakan bahwa ibunya bernama Syahrbanu, putri Yazdigird, kaisar terakhir Sasaniyah, Persia. Oleh karena itu Ali Zainal Abidin dijuluki pula Ibn al-Khiyaratyn, yaitu anak dari dua yang terbaik, yaitu Quraisy di antara orang Arab dan Persia di antara orang non-Arab. Menurut riwayat itu ibunya dibawa ke Madinah sebagai tahanan pada masa kekhalifahan Umar bin Khattab yang hendak menjualnya. Namun Ali bin Abi Thalib menyarankan sebaiknya Syahrbanu terlebih dahulu diberi pilihan untuk menjadi istri salah seorang Muslim, dan mas kawinnya diambil dari Baitul Mal. Khalifah Umar menyetujuinya, dan akhirnya Syahrbanu memilih putra Ali bin Abi Thalib yaitu Husain. Konon Syahrbanu wafat tak lama setelah melahirkan anak semata wayangnya ini.[1]

Keturunan

Beliau memiliki 15 orang keturunan,

11 anak laki-laki

  1. Muhammad al-Baqir, ibunya adalah Ummu Abdullah binti al-Hasan bin Ali bin Abi Thalib. Merupakan Imam selanjutnya menurut Imamiyah.
  2. Abdullah al-Bahir[3]
  3. al-Hasan
  4. al-Husain al-Akbar[3]
  5. Zaid, imam pengganti menurut Zaidiyah.
  6. al-Husain al-Asghar[3]
  7. Abdurrahman
  8. Sulaiman
  9. Muhammad al-Asghar atau Qaim[3]
  10. Umar al-Asyraf[3]
  11. Ali, merupakan anak bungsu

4 anak perempuan

  1. Khadijah, saudara seibu dengan Ali
  2. Fatimah
  3. Aliyah
  4. Ummu Kultsum

 

Referensi

Sumber

  1. ^ab ABIDIN, Imam Ali ibn al-Husain Zainal; ASH-SHAHIFAH AS-SAJJADIYYAH: kumpulan doa-doa mustajab Imam Ali Zainal Abidin AS cucu Baginda Nabi SAW. Jakarta: Lentera, 2005. ISBN 979-3018-95-X
  2. ^abcal-MUFID, Syaikh; Sejarah para imam ahlulbait Nabi SAW. Jakarta: Lentera, 2005. ISBN 979-24-3304-X
  3. ^abcdeKeturunan Ali Zainal Abidin. Naqobatul Asyraf

Sumber:

http://id.wikipedia.org/wiki/Ali_Zainal_Abidin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: