Tanjuang Kaciak

Kaum Pasukuan "Bujang Sambilan" dari Muaro Paneh Kubuang XIII di Bayang Nan VII – Pessel

Tradisi Menujuh Hari


kabarnya dulu ada sebuah tradisi menujuh hari di kampung saya, Bayang. tapi berkat perjuangan dan dakwah para ulama, tradisi ini dihapuskan. yang terkenal diantara ulama tersebut adalah Pakiah Sapa (Pakiah berasal dari kata ‘Faqih’ yaitu orang yang memahami hukum Fiqih dalam agama). Tradisi menujuh hari ini merupakan tradisi yang satu paket dengan tradisi meniga hari, menyeratus hari dan seribu hari.

di daerah lain misalnya Ranah Pesisir, Pesisir Selatan masih ada tradisi menujuh hari. sekumpulan orang datang ke rumah keluarga yang ditimpa musibah (meninggal dunia) lalu membacakan tahlil dan yasinan bersama-sama kemudian makan bersama dan do’a bersama. bagi keluarga yang kurang mampu tentu tradisi akan terasa memberatkan.

ada ulama yang mengatakan bahwa sebenarnya tradisi menujuh hari bukanlah berasal dari ajaran Islam tapi berasal dari agama-agama lain, misalnya Hindu atau Budha.

pengganti tradisi ini di kampung saya hanya ada tradisi membacakan sholawat bersama-sama para pemuda selama tiga malam berturut-turut dipimpin oleh seorang guru dilakukan di rumah keluarga yang tertimpa musibah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: