Tanjuang Kaciak

Kaum Pasukuan "Bujang Sambilan" dari Muaro Paneh Kubuang XIII di Bayang Nan VII – Pessel

Serangan Salafi terhadap Syiah


ada beberapa poin yang diserang oleh Salafi terhadap Syiah, sebagai berikut:

1. Syiah mengatakan bahwa Aisyah istri Rasulullah saw adalah pezina, padahal dalam Al Quran, sudah dikatakan bahwa istri-istri Rasulullah saw adalah ummhatul mukminuun artinya ibu bagi orang-orang beriman. Syiah menuduh Asiyah seorang pezina terkait dengan peristiwa Ashabul Ifki, pada sebuah perjalanan rombongan Rasulullah saw, dimana Aisyah ketinggalan rombongan karena sibuk mencari kalung perhiasannya, kemudian beliau diantarkan ke rombongan Rasulullah saw oleh seorang sahabat. kisah ini sengaja dibesar-besarkan oleh kaum munafik dari kelompok Abdullah bin Ubay bin Salul untuk memojokkan Aisyah. Syiah juga memanfaatkannya dan melanggar keterangan dan penegasan dari Al Quran sendiri bahwa istri Rasulullah saw adalah ibu orang beriman. Syiah mengatakan bahwa dengan peristiwa tersebut Aisyah batal sebagai ibu orang beriman padahal hingga Rasul wafat, Aisyah masih berstatus sebagai istri Rasulullah saw dan malahan Rasul wafat di pangkuan Aisyah.
peristiwa kedua yang dijadikan alasan oleh syiah adalah karena Aisyah bersama pasukannya pernah memerangi khalifah Ali bin Abi Thalib bersama pasukannya, berkoalisi dengan pasukan Zubair bin Awwam dan Thalhah bin Ubaidillah.
ketiga, syiah membenci Aisyah lantaran Aisyah adalah anak abu Bakar, sekaligus adik ipar Zubair bin Awwam, dan bibi dari Abdullah bin Zubair. mengenai tuduhan syiah kepada Abu Bakar kita bahasa pada poin berikutnya.

2. Syiah mengatakan bahwa Abu Bakar dan Umar bin Khattab sudah mengkhianati wasiat Rasullah saw terkait dengan pengangkatan Ali sebagai ‘maula’ pengganti Rasullah saw nantinya. Syiah berpendapat bahwa seharusnya Abu Bakar dan Umar tidak perlu merisaukan masalah suksesi siapa pengganti kepemimpinan Rasulullah saw setelah beliau wafat karena pada peristiwa ghadir Khum, Rasulullah saw sudah menentukan siapa pengganti beliau. menurut syiah, masalah imamah atau khalifah sudah ditentukan Allah bagi umat Muhammad saw. tidak perlu musyarawah lagi. Rasulullah saw sudah mengangkat Ali sebagai khalifahnya dan khalifah2 sesudah Ali pun sudah ditentukan oleh Allah swt.

Dari kedua hal ini kemudian memunculkan banyak peristiwa dan hal-hal turunan lainnya.

maka ada tuduhan dari salafi bahwa syiah membenci zubair bin awwam dan thalhah, membenci keturunan keduanya termasuk abdullah bin zubair, membenci nama abu bakar dan umar untuk anak mereka. padahal beberapa keturunan Husain menggunakan nama abu bakar dan umar sebagai nama anak-anak mereka. ini membantah bahwa keturunan husain yang dianggap syiah sebagai imam telah membenci abu bakar dan umar. keturunan husain ridha terhadap abu bakar dan kekhalifahannya.

kemudian juga memunculkan polemik tentang mushaf fatimah yaitu koleksi ayat-ayat al Quran oleh fatimah dan ali bin Thalib padahal kenyataannya selama pengumpulan al Quran di zaman Abu Bakar, Umar dan Utsman, Ali bin Abi Thalib juga mengetahui dan menyetujui, jadi mana mungkin ada perbedaan versi antara Mushaf Utsmani dengan mushaf lainnya termasuk mushaf fatimah kalaupun ada. ini sengaja dihembuskan oleh kaum munafik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: