Tanjuang Kaciak

Kaum Pasukuan "Bujang Sambilan" dari Muaro Paneh Kubuang XIII di Bayang Nan VII – Pessel

Hadits Ghadir Khum


Imam Muslim meriwayatkan melalui salurannya dari Yazid ibn Hayyan; ia berkata: Aku dan Husain ibn Sabrah serta ‘Umar ibn Muslim pergi menemui Zaid ibn Arqam. Setelah kami duduk-duduk bersamanya, berkata Husain kepada Zaid: “Sungguh engkau telah mendapat banyak kebaikan. Engkau telah melihat Rasulullah, mendengarkan haditsnya, berperang bersamanya, dan shalat dibelakangnya. Sungguh engkau telah mendapat banyak kebaikan, hai Zaid. Coba ceritakan kepadaku apa yang kamu dengar dari Rasulullah saw”‘ Berkata Zaid: “Hai anak saudaraku, aku sudah tua, ajalku hampir tiba, dan aku sudah lupa akan sebagian yang kudapat dari Rasulullah. Apa yang kuceritakan kepadamu, terimalah, dan apa yang tidak kusampaikan, janganlah kamu memaksaku untuk memberikannya”. Lalu Zaid berkata: “Pada suatu hari Rasulullah saw berdiri di tengah-tengah kami menyampaikan pidato di suatu tempat bernama Ghadir Khumm yang terletak antara Makkah dan Madinah. Ia membaca hamdalah, dan memuji kebesaranNya. Ia mengingatkan dan memberi nasehat. Selanjutnya ia berkata: Hai manusia, sesungguhnya aku adalah manusia biasa, hampir-hampir datang kepadaku utusan Tuhanku, dan aku akan memenuhi panggilanNya. Aku tinggalkan untukmu ats-tsaqalain (dua hal). Pertama, Kitab Allah. Didalamnya terdapat petunjuk dan cahaya. Maka ambillah Kitab itu, dan berpeganglah kepadanya. Suruhlah manusia berpegang pada Kitab Allah dan mencintainya. Kedua, keluargaku. Kuingatkan kamu akan Allah mengenai Ahli Baitku. Ku ingatkan kamu kepada Allah mengenai Ahli Baitku!” Lalu Husain bertanya kepada Zaid: “Hai Zaid, siapa gerangan Ahlul Bait itu? Tidakkah istri-istri nabi termasuk Ahlul Bait? Jawabnya: “Istri-istri nabi termasuk Ahli Baitnya. Tetapi Ahlul Bait adalah orang yang tidak diperkenankan menerima sedekah setelah wafat Nabi”, lanjutnya lagi. “Siapa mereka?”, tanya Husain. Jawabnya: “Mereka adalah keluarga ‘Ali, keluarga ‘Aqil, keluarga Ja’far, dan keluarga ibn ‘Abbas”, “Apakah mereka semua diharamkan menerima sedekah (zakat)?” tanya Husain; “Ya”, jawabnya. (Sahih Muslim dengan syarah Nawawi, bab Keutamaan ‘Ali, jilid 15, hal. 179)

Sumber:

http://media.isnet.org/islam/ss/S54-58.html

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: