Tanjuang Kaciak

Kaum Pasukuan "Bujang Sambilan" dari Muaro Paneh Kubuang XIII di Bayang Nan VII – Pessel

Zulkarnain vs Iskandar (Alexander Agung)


Zulkarnain adalah sebuah nama yang dikisahkan dalam al Quran surah al Kahfi (QS 18 : 83 – 99). Sementara Iskandar atau Alexander Agung adalah nama seorang raja dari Makedonia, putra dari raja Filipus.

Zulkarnain dalam al Quran:

– melakukan tiga perjalanan : ke arah timur, ke arah barat, ke suatu arah dimana disana bermukim tiga bangsa (bangsa Ya’juj, bangsa Ma’juj, bangsa yang memonohon pertolongan pada Zulkarnain untuk membuatkan dinding pembatas dg bangsa Yajuj dan Majuj)
– Zulkarnain adalah seorang raja yang beriman pada Tuhan Yang Maha Esa, ia diberi kewenangan oleh Tuhan untuk menghukum raja dari negeri yang dikunjunginya atau malah memberikan jabatan tertentu kepadanya.
– Zulkarnain membangun tembok besi dilapisi coran tembaga setinggi gunung yang memisahkan Yajuj-Majuj dengan bangsa yang ditemui Zulkarnain.
– ciri2 negeri di sebelah barat : matahari terbenam di laut yang berlumpur hitam. kepada bangsa ini Tuhan memberikan kewenangan kepada Zulkarnain utk menyiksa penduduknya atau berbuat baik pada mereka. Tapi Zulkarnain berkata “yang aniaya akan kami siksa, tp yg beriman dan berbuat baik akan diberi ganjaran yang terbaik dan kami beri titah dari perintah2 kami”
– ciri2 negeri di sebelah Timur : matahari menyinari sebuah negeri yang tanpa pelindung dari teriknya matahari tersebut.
– ciri2 negeri ketiga : terletak diantara dua gunung, bahasa penduduknya tidak bisa dimengerti oleh bangsa lain karena terlalu jauh bedanya.

Kisah Alexander

Ia seorang putra dari Raja Makedonia bernama Filipus. Alexander yang seorang yang ambisius, ingin menguasai dunia. Dia berhasil mencapai pegunungan Hindu Kush, namun ekspedisi sungguh menelan banyak energi. Ia dan pasukannya kembali ke Yunani dalam kelelahan.

Alexander diisukan terlibat dalam suka teman sejenis, bernama Hepasthion. Ia wafat tak lama sesudah teman tercintanya itu meninggal karena sakit sepulang dari India. Alexander meninggalkan janin dalam perut istrinya budak Persia.

Jadi disini sangat kontras perbedaan antara Zulkarnain yang digambarkan dalam Al Quran dengan Iskandar yang dirajakan di Yunani. Namun para sejarawah dan penulis Tambo terlalu bersemangat menggabungkan dua ini menjadi satu kesatuan, menjadi Iskandar Zulkarnain. Kadang-kadang dibubuhi kata Sultan sehingga menjadi Sultan Iskandar Zulkarnain, yang dipercaya merupakan nenek moyang orang Melayu dan Minangkabau.

Wallahu a’lam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: