Tanjuang Kaciak

Kaum Pasukuan "Bujang Sambilan" dari Muaro Paneh Kubuang XIII di Bayang Nan VII – Pessel

Akarendrawarman bukan dari Wangsa Mauli?


“.ddha raja pra.. purnarapi jawat madana praraja dhiraja Srimat Akarendra…rmma Maharaja Dhiraja lagi tida bata…nabatanna mwah banwa trampa tpuk da nagari pa mula(ka) tuhan naipi manganban Tuhan Prapatih sa…muliha tida ba… nta… tansu…tumba riba…ra kasihunni prahyangani ta madama tuha… ma… punarapi yang mangmangi satyah haduta sri maha raja dhi raja tuhani gha sri ratu… mahu datu hananinh tuhan parpatih tudangma ngama ngsua mangwa sumpah sunda hanta waya…”

Prasasti Akarendra merupakan sebuah prasasti yang ditemukan di Suruaso, Tanah Datar, Indonesia. Prasasti ini berbahasa Sansekerta dan Melayu, yang ditulis dengan aksara Kawi.

Prasasti ini dinamakan sesuai dengan nama raja yang disebut dalam prasasti ini, dan diperkirakan prasasti ini dibuat sebelum munculnya Adityawarman menjadi penguasa di kawasan tersebut. Aksara pada prasasti ini hampir tidak dapat dibaca dengan baik. Sekarang prasasti ini ditempatkan bersama dengan beberapa prasasti lainnya seperti Prasasti Bukit Gombak di kawasan Gudam, Pagaruyung, Tanah Datar

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: