Tanjuang Kaciak

Kaum Pasukuan "Bujang Sambilan" dari Muaro Paneh Kubuang XIII di Bayang Nan VII – Pessel

Dapunta Hyang dan Dapunta Sailendra


Dalam masa yang hampir bersamaan terdapat dua orang tokoh yang bernama awal Dapunta, yaitu Dapunta Hyang dari Minanga dan Dapunta Sailendra dari Jawa Tengah.

nama Dapunta Hyang terukir di prasasti Kedukan Bukit, dengan aksara Pallawa dan berbahasa Minanga, yaitu campuran bahasa Melayu dengan bahasa Sanskerta. sedangkan nama Dapunta Sailendra terukir di prasasti Sojomerto, dengan aksara Kawi (Jawa Kuno) dan berbahasa Melayu campuran Sanskerta. Persamaan kedua prasasti ini adalah pada bahasanya.

Dapunta Hyang kemungkinan besar menganut agama Buddha berdasarkan prasasti Talang Tuwo. Sedangkan Dapunta Sailendra memuja Dewa Siwa dan Parameswara (sebuah nama yang kemudian digunapakai oleh pendiri kesultanan Malaka).

Dalam prasasti Sojomerto disebutkan nama ayah, ibu dan istri dari Dapunta Sailendra. ayahnya bernama Santanu, ibunya bernama Badrawati dan istrinya bernama Sapula.

Di prasasti Ligor, Thailand, juga ditemukan nama Sailendra Wangsa.

Para sejarawan menduga Dapunta Sailendra ini berasal dari Palembang. Ia menyingkir ke Jawa begitu mendengar adanya rencana dari Dapunta Hyang di Minanga hendak melakukan ekspedisi militer besar-besaran ke Palembang.

Namun kemudian keturunan dari Dapunta Sailendra berhasil merebut kembali Palembang dari keturunan Dapunta Hyang dan menguasai wilayah2 kekuasaan Sriwijaya. Wangsa Sailendra lebih bertamadun di bhumi Jawa. salah satu buktinya adalah Candi Borobudur di dekat Gunung Marapi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: