Tanjuang Kaciak

Kaum Pasukuan "Bujang Sambilan" dari Muaro Paneh Kubuang XIII di Bayang Nan VII – Pessel

Dapunta Hyang Marlapas dari Minanga


Pada tahun 682, Dapunta Hyang marlapas dari Minanga menuju Matajap, Palembang.

Prasasti Kedukan Bukit berbahasa Minanga (campuran bahasa Melayu dan Sanskerta) menjadi saksi kemarlapasan Baginda, sbb:

“swasti śrī śakawaŕşātīta 605 (604 ?) ekādaśī śuklapakşa wulan waiśākha, Dapunta Hiyang nāik di sāmwau mangalap siddhayātra, di saptamī śuklapakşa wulan jyeşţha, Dapunta Hiyang maŕlapas dari Minānga Tāmwan, mambāwa yang wala dualakşa, dengan ko saduaratus cāra di sāmwau, dengan jālan sariwu telu rātus sapuluh dua wañaknya, dātang di Mata Jap, sukhacitta di pañcamī śuklapakşa wulan laghu mudita dātang marwuat wanua… śrīvijaya jaya siddhayātra subhikşa…”

2 Comments

  1. komunitas sumatera kalimantan

    Dapunta naik di sampaw/ perahu melakukan sidhayatra harikesebelas paroterang bulan waisak(23 april). Dapunta marlepas dari minangatamwan. Hari ke tujuh paro terang bulan jesta (19 mei) artinya satu bulan jaraknya dapunta dari naik perahu sampai merlepas dari minangatamwan. Artinya minangatamwan itu bukan asal dapunta melinkan persinggahan dapunta menuju matajap/ taklukkan dapunta

    • setuju… Minanga Tamwan itu hanya tempat berlepas saja.. bukan asal dan bukan pula tujuan, tapi yang pasti Minanga Tamwan itu memiliki sebuah pelabuhan besar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: