Tanjuang Kaciak

Kaum Pasukuan "Bujang Sambilan" dari Muaro Paneh Kubuang XIII di Bayang Nan VII – Pessel

Dapunta Sailendra dan Melayu


Berikut bunyi prasasti yang ditemukan di Sojomerto, ditulis sekitar akhir abad 7 atau awal abad 8, dalam bahasa campuran Melayu dan Sanskerta, menggunakan aksara Kawi

“.. ryayon Srî sata … â kotî … namah Sîwa ya Bhatâra Parameswara sarwa daiwa ku samwah ia mih inan is-ânda Dapûnta Selendra namah, Santanû namânda bâpanda, Bhadrawati namanda ayanda, Sampûla namanda wininda, Selendra namah mamâgappâsar lempewângih”

Prasasti ini mengisyaratkan bahwa Dapunta Sailendra bukanlah Dapunta Hyang. Dapunta Sailendra seorang yang beragama Hindu, karena ia memuju Siwa dan Parameswara.

Iklan

2 Komentar

  1. Maulana Malik Al Ghofiqi

    Apakah Dapunta Syailendra masih ada kaitannya dengan Ratu Shima?
    Mohon Penjelasannya

    • kalau ditelusuri sih bisa2 saja.. karena sama2 di Jawa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: