Tanjuang Kaciak

Kaum Pasukuan "Bujang Sambilan" dari Muaro Paneh Kubuang XIII di Bayang Nan VII – Pessel

Keturunan dari Pagaruyung dari Tambo Kerinci


Bab Sultan Keturunan dari Pagaruyung dari Tambo Kerinci (Kemantan ).

Kaulu lhakku

Inna Ilaha ‘ala yakhlifu ‘ilmi ‘ad

Bab Sultan dalam negeri Jambi bernama Seri Kadli anak Yang dipertuan di Pagaruyung adanya. Itulah mula2 jadi raja dalam negeri itu, melimpah ke hulu Jambi adanya.

Bab Sultan dalam negeri Palembang yang bernama Baginda Tuan anak Yang dipertuan di Pagaruyung jua adanya, saudara Baginda Rabi-Sammat.

Bab Sultan dalam negeri Pariaman yang bernama Sultan Maharaja Dewa, ini anak Yang dipertuan di negeri Pagaruyung jua adanya. Inilah mula2 jadi raja pada negeri itu melimpah ke Tiku dan ke Utara.

Bab Sultan dalam negeri Inderapura yang bernama Sultan Muhammad Syah anak Yangdipertuan Pagaruyung jua adanya. Itulah mula2 jadi raja di negeri Inderapura melimpah ke Muko-muko.

Bab Sultan dalam negeri Johor yang bernama Baginda Rabi anak Yang dipertuan di Pagaruyung jua adanya. Itulah mula2 jadi raja di negeri Johor melimpah ke Langkat dan Bugis adanya.

Bab Sultan dalam negeri Sungai Pagu yang bergombak putih anak Yang dipertuan negeri Pagaruyung jua adanya. Inilah mula2 jadi raja Sungai Pagu.

Ini bab Sultan dalam negeri Bantam yang bernama Sultan Majubatu anak Yang dipertuan di negeri Pagaruyung jua adanya. Inilah yang mula2 jadi raja di negeri Bantam.

Bab Sultan dalam negeri Aceh Kekara ‘Alam anak Yang dipertuan di Pagaruyung jua adanya. Inilah yang mula2 menjadi raja Aceh melimpah…………..ke Meulabuh adanya.

Ialah negeri Pagaruyung darul-‘aman lagi punya perintah dalam ‘Alam Minangkabau lagi melakukan amru bil ma’ruf wanahyu ‘amilmunkar, barang disampaikan Allah ‘azza wajalla apalah kiranya datang kepada wajah ilal ‘i ‘la,

Iialah segala orang gedang kami dalam daerah negeri Kerinci.

1. Seperti larangan Allah subhanahu wata’ala sabung dengan minum tuak dan arak, hendaklah dihentikan adanya.

2. Kemudian daripada itu akan titah kami kepada kerapatan segala penghulu adanya: seperti menyembah berhala,

3. Menghukum dengan tiada sebenarnya, seperti bernyanyi dengan taruh hendaklah pula dihentikan.

Karena itulah larangan besar kepada Allah ‘azza wajalla.

4. Sekarang mufakat teguh2 segala orang besar kami seperti memakan buntang kerbau mati tiada bersembelihan jangan dimakan.

Itulah nejis yang terlebih haram seboleh-boleh kehendak kami adanya. Dahulu Allah, kemudian Muhammad, jangan syak pada kata ini.

Oleh Mamoh Kincai Asril

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: