Tanjuang Kaciak

Kaum Pasukuan "Bujang Sambilan" dari Muaro Paneh Kubuang XIII di Bayang Nan VII – Pessel

Malayu dalam Pararaton


sebuah kutipan dari dokumen “Batu Basurek” sbb

“Keadaan prasasti banyak yang rusak serta sebagian sudah patah atau hilang.Beberapa hurufnya tidak terbaca, sehingga menyulitkan untuk membuattranskripsi yang lengkap dan akurat. Ada pula prasasti dengan variasi huruf yangsesuai dengan perkembangan. Adityawarman (1294 -1377), putra Melayu dari seorang ibu bernama DaraJingga, Asal usul ini dihubungkan dengan berita dalam Kitab Pararaton yangmengisahkan bahwa:”

“Aksara sapuluh dina teka kang andon saking malayu, olih putri roro, kang sawiji ginawe binihaji denira Raden Wijaya, aran Raden Dara Petak: kang atuha arab Dara Jingga alaki dewa apuputra ratu ing Malayu, aran Tuhan janaka, kasir-kasir warmadewa, bhiseka Siraji Mantrolot. Tunggul Pamalayu lan Patumapel : Saka-rsi- sanga-samadhi: 1197 ”

Artinya:

“Sekitar sepuluh hari kedatangan rombongan yang bertugas ke Malayu,diperoleh dua orang putri, seorang bernama Dara Petak, ia diperisteri olehRaden Wijaya, putri tua bernama Dara Jingga bersuamikan dewa (manti)anaknya menjadi raja di Malayu. Diberi nama Tuhan Janaka, masih bersaudara dengan Sri Warmadewa; gelarnya Aji Mantolot. PeristiwaPamalayu dan Patumapel bersamaan tahun saka; pendeta-sambilan-samadi, 1197 (Machi Suhadi, 1990;230)”

Suami Dara Jingga adalah seorang pejabat tinggi di kraton Mojopahit yanggelarnya “dewa”. Gelar dewa itu tidak ada di kraton-kraton Jawa, tentu ia jugaseorang Malayu. Dalam prasasti Adityawarman tahun 1347, di balik arcaAmoghapasa, disebut Dewa Tuhan Perpatih adalah mertua atau bahkan ayahnyasendiri, sedangkan ibunya seorang putri Dharmasraya.Adityawarman berkuasa di Bhumi Melayu (Sumatera) setelah masa kekuasaanSriwijaya.mulai surut (menurut Prasasti Amoghapasa di *Rambahan). Bapaknya bernama Adwayawarman (Prasasti *Kuburajo). Adityawarman mengatakan bahwa ia bukanlah keturunan langsung penerus takhta kerajaan, tetapi ia bertindaksebagai raja yang adil dan pandai karena mempunyai ilmu pengetahuan(Prasasti *Ombilin).”

sumber :
http://www.scribd.com/doc/4551955/Batu-Basurek

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: