Tanjuang Kaciak

Kaum Pasukuan "Bujang Sambilan" dari Muaro Paneh Kubuang XIII di Bayang Nan VII – Pessel

Naskah Kuno Kerinci


216. Surat bertulisan Melayu pada kertas. Lihat gambar No. B 58

Cap: tidak terbaca.

Kauluhu lhakku lau kana…………….Inilah piagam Dipati Karto Gumi Nyata Negaro digaduhkan(?) dari pada Pangeran Temenggung Nyata Nagaro Karto Pati. Inilah yang tegaduh dalam piagam Dipati Karto Gumi Nyata Nagaro yang diingat yang dieningakan dalam piagam Dipati Karto Gumi Nyata Nagaro, sealu sealai, selap semakung, sereguk air sekepal tanah seekor ikannya sehelai daun kayu semerah sementeri itulah yang dipegang Dipati Karto Gumi Nyata Nagaro ingat akan latak raja dengan jenang, kusut busai, sarang beragih, salah belit buni(?) belit leluku bepampas, mati bebangun ingat akan jangan katai(?) jangan rekanan(?) dengan anak jantan anak betina itulah adanya.

217-222.

Enam helai surat bertulisan Jawa Lama pada daun lontar, ada yang berbahasa Melayu ada yang berbahasa Jawa. Salinannya belum siap (lagi diperiksa oleh tuan Dr. Purbacarakan di Betawi). (Lihat gambar No. 24).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: