Tanjuang Kaciak

Kaum Pasukuan "Bujang Sambilan" dari Muaro Paneh Kubuang XIII di Bayang Nan VII – Pessel

Tambo Kepaksian Sekala Brak


TAMBO PAKSI BUWAY BEJALAN DI WAY DIANDRA TAURUSSIAWAN PUTRA NATAKEMBAHANG

Tambo Paksi Buay Bejalan Diway dihimpunkan dari tambo tambo terdahulu, disalin dari dalung (tarikh yang ditulis pada tembaga/kuningan), tanduk kerbau dan kulit kayu.ASAL USUL TURUNAN PAKSI PAK
DI SEKALA BRAK ABAD KE VII

Pasal I

Paksi Pak awal mulanya keluar dari Sahabat Nabi SAW ialah Saidina Usman di Makkah beranak tiga orang anak laki laki. Yang tertua laki laki singgah di Negeri Rum, yang kedua singgah di negeri Cina dan yang terakhir bernama Sultan Zulkarnain.

Sultan Zulkarnain mempersunting Tuanku Gadis menjadi permaisuri dan memiliki keturunan dua orang anak laki laki , yang tua dinamakan Saiy Sahalan dan yang muda dinamakan Tuanku Mengindar Alam. Setelah dewasa Tuanku keduanya mengambil permaisuri pula dan setelah sampai masanya kedua permaisuri itu hamil pula dan melahirkan masing masing berputra dua orang anak laki laki. Keempat putra dinamakan Tuanku dan Tuanku keempatnya berputra pula masing masing 3 orang anak laki laki sehingga menjadi 12 orang kesemuanya.

Pasal 2

Adapun cucu tertua dari keturunan lurus Sultan Zulkarnain memiliki putra tiga orang yang kesemuanya menjadi Raja, yang pertama tetap tinggal di Pagaruyung dan meneruskan jurai menjadi Raja di Kerajaan Pagaruyung, Tuanku yang kedua ke Muko Muko dan menjadi Raja pada Kerajaan Silebar, sedangkan Tuanku yang terakhir terus ke Sekala Brak yang bernama Umpu Ngegalang Paksi.

Umpu Ngegalang Paksi berputra delapan orang, yang masing masing ialah:

Umpu Bejalan Diway

Umpu Nyerupa

Umpu Belunguh

UmpuPernong

Sitambabuka

Sikumabagh

Sigeghok

Sipetagh

Kira-kira 12 tahun keluar itu maka pada suatu ketika dengan kodrat Alloh SWT seru sekalian alam, maka Tuanku Tuanku itu sampai di Sekala Brak.

Umpu Buay Bejalan Diway di Puncak, Sukarami Liwa

Umpu Buay Nyerupa di Tampak Siring, Sukau

Umpu Buay Pernong di Hanibung, Batu Brak

Umpu Buay Belunguh di Barnasi, Kenali

Pasal 3

Tuanku Tuanku sesudah sampai di Sekala Brak maka keempatnya bernazar kepada Allah SWT, masing masing dari nazar keempat Umpu ialah sebagai berikut:

Umpu Bejalan Diway bernazar menjadi seorang Raja yang berkuasa dan gagah berani, satu banding seratus orang.

Umpu Nyerupa bernazar menjadi Raja dengan banyak hamba rakyatnya dan memiliki kesaktian.

Umpu Belunguh bernazar menjadi Raja yang banyak harta bendanya dan kaya raya.

Umpu Pernong bernazar menjadi Raja tetap dalam kerajaan cerdik pandai.

Sedangkan Umpu Buay Benyata tidak bernazar karena memang anak mentuha yang tiada berdiri Paksi dan hanya untuk menyimpan harta kebesaran dan benda pusaka dari keempat Paksi yang tersebut tadi.

Kemudian lebih kurang satu tahun lamanya di Sekala Brak datanglah seorang gadis dari sebelah matahari terbit namanya si Bulan, rupanya dia datang itu membawa kemashulan dan kesusahan hingga datang mendapatkan Empat Paksi itu serta dia bersusah payah mengurus makan minum Empat Paksi di Sekala Brak.

Menimbang susah payah gadis yang bernama si Bulan itu maka Empat Paksi tersebut berpikir masing-masing katanya, apakah pembalasan kami melainkan kami angkat menjadi saudara bersama hidup dan mati, manis pahitnya bersama sama.

Pasal 4

Pekerjaan Empat Paksi pertama kali di Sekala Brak, syahdan setelah tetap segala nazar dan cita-cita empat umpu tadi dan si Bulan telah tetap menjadi saudara oleh keempat umpu maka kami bermufakat dan bersiap akan mengusir Suku Tumi, Suku Tumi adalah sebangsa penyembah jin dan dewa. Maka pada saat yang baik Kami coba menaklukkan bangsa tersebut, sebab menurut warta orang bahwa di tempat itu ada sesuatu barang yang dikunjungi atau dipuja-puja oleh Bangsa Tumi yang mereka anggap sebagai kebesaran untuk bangsa itu.

Maka pada keesokan harinya Kami pukullah genderang perang maka keluarlah Bangsa Tumi itu. Setelah itu maka Kami berperanglah dengan sangat hebatnya, tangkis menangkis, kejar mengejar hingga kami sampai di tempat kebesaran itu yang dikunjungi oleh para pemuja dari bangsa itu. Kemudian Kami rampas barang-barang itu sekuat kuatnya tenaga Kami maka barang itu dapat kami rampas dari Bangsa Tumi sehingga mereka itu berlarian tiada berketentuan perginya bercerai berai dan perang pun selesailah.

Pasal 5

Sesudah selesai dari peperangan maka huru hara tiada lagi bertukar dengan aman. Kami periksa barang kebesaran yang dikunjungi dan dipuja oleh Bangsa Tumi itu yaitu didapat satu batang kayu dinamakan oleh bangsa itu “Belasa Kepampang”. Adapun sifatnya kayu itu akarnya keatas dahannya kebawah masuk dalam tanah dan kayu tersebut berdahan sebukau jadi kayu itu dua macam dahannya.

Kemaksiatan itu kayu apabila dimakan buahnya atau daunnya niscaya mati dan apabila tersinggung getahnya terus terasa bengkak atau bisul besar ialah obatnya pula apabila diambilkan dahannya yang bernama Sebukau itu digosokkan atau dimakan ia menjadi baik dan menjadi obatnya. Maka itu Kami empat saudara timbang menimbang akan dibuat apa supaya boleh menjadi lama sampai kepada anak cucu. Maka kami ambil dan terus dijadikan “Pepadun” menjadi kebesaran sehingga sampai anak cucu dibelakang hari sehingga menjadikan kayu Belasa Kepampang itu menjadi Pepadun atas perkumpulan.

Pasal 6

Adapun sekiranya ada orang akan minta kepada Paksi, kebesaran Adat Lampung boleh dikasih oleh Paksi tetapi menurut jenjang adat dan nanti diterangkan juga atas izin dari Paksi. Adapun Pepadun Belasa Kepampang diserahkan oleh Umpu yang keempatnya ditangan Umpu Buay Benyata di Luas untuk menyimpan Pepadun dengan baik sehingga sampai pada anak cucunya dan lagi Pepadun ini menjadi Pusaka Empat Paksi gilir menggilir sehingga zaman yang penghabisan.

Adapun Umpu Empat Paksi ini telah duduk masing masing disinggasananya yaitu :

Umpu Bejalan Diway berkuasa di Paksi Buay Bejalan Diway dan memerintah di Puncak Dalom.

Umpu Nyerupa berkuasa di Paksi Buay Nyerupa dan memerintah di Tampak Siring.

Umpu Belunguh berkuasa di Paksi Buay Belunguh dan memerintah di Barnasi.

Umpu Pernong berkuasa di Paksi Buay Pernong dan memerintah di Hanibung.

Umpu Benyata di Luas namun tidak memiliki daerah kekuasaan karena tidak menjadi Paksi.

Si Bulan tinggal di Cenggiring Way Nerima namun Si Bulan berpindah dan keluar dari Sekala Brak.

Sedangkan Sitambabuka, Sikumabagh, Sigeghok dan Sipetagh berjalan mencari penghidupannya kesebelah matahari terbit.

Adapun Empat Paksi ini mempunyai kalam namanya Singga Ranau dan pusaka yang disebut Cambai Mak Bejunjungan yang bertempat di Pekon Teratas Kembahang.

Pasal 7

Adapun Jolak Empat Paksi ini yaitu Pangeran, Sultan, Dalom, Raja. Sedangkan Jolak yang perempuannya yaitu Ratu, Batin. Yang dinamakan Paksi yaitu turunan dari pada Umpu Yang Empat yaitu anak dari Ratu yang tertua.

Adapun tutur turunan Paksi itu kepada orang tuanya yang lelaki Akan dan tuturnya kepada ibunya adalah Incik, tutur orang banyak kepada Empat Paksi Akan dan tuturan Ratu kepada yang perempuan, tuturan kepada anaknya Ratu, Peniakan Ratu. Menurut adat tuturan anak anak orang lain kepada Paksi, Bapak Dalom dan Ina Dalom. Kepada Ratu yang laki-laki yang tua Pun kepada anak yang kedua Ngebatin/Atin. Nama rumah paksi Lamban Gedung atau Pakolom dan Bubungan rumah paksi Kawik Buntor tiada boleh seorang juapun yang memakainya.

Orang banyak boleh memakai bubungan atas kesukaannya asal saja jangan pakai Kawik Buntor yang ditetapkan untuk Paksi. Adapun duduknya Buay Benyata kepada Empat Paksi Anak Mentuha jika anak cucunya bimbang atau kauri menurut sepanjang adat Lampung dia musti campur dan ikut. Jika Paksi duduk maka Buay Benyata duduk disebelah kanan dan kalau paksi berjalan maka Buay Benyata dahulu didepan Penetap imboel dan tidak boleh memberi gelar seseorang seperti Radin, Minak, dan lain lain melainkan dengan izin Paksi.

Sehingga inilah pengaturan pengaturan paksi dan asal dan usul turunan, disusun dengan ringkas supaya mudah diketahui dari abad ke VII sampai sekarang ini.

Kembahang, 18 November 1938
De Pangiran Paksi Buay Bejalan Diway
Pasirah Kembahang
Afdeeling Krui

Ahmad Siradj
Gelar Pangeran Jaya Kesuma II

1 Comment

  1. ..ai ai. .dah bosen bro ngebaca yg ini..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: