Tanjuang Kaciak

Kaum Pasukuan "Bujang Sambilan" dari Muaro Paneh Kubuang XIII di Bayang Nan VII – Pessel

Dinasti Tuanku Marajo Sati


1.  Dewang Pandan Putowano

Dia yang bergelar Tuanku Marajo Sati yang pertama kali. Dia adalah adik kandung dari Dewang Bonang Sutowano yang ikut gurunya Syekh Maulana Maghribi berkelana berdakwah.

Dewang Pandan Putowano menikah dengan Puti Reno Bungsu (Puti Silindung Bulan), putri bungsu dari Ananggawarman dan Puti Reno Dewi.

Diduga ayahnya Dewang Putowano ini adalah mamak rumah dari Ananggawarman, atau saudara laki-laki dari Puti Reno Dewi. Tidak diketahui apakah beliau yang disebut Wijaya Warman atau Putowano sendiri. 

2. Puti Panjang Rambut II

Bundo Kanduang yang bernama asli Puti Panjang Rambut (II) ini adalah putri dari Tuanku Marajo Sati (Dewang Pandan Putowano). Ia adalah kakak kandung dari Dewang Banu Rajowano (Tuanku Rajo Bagindo, Rajo Mudo).Dewang Banu Rajowano menjadi raja di Ranah Sikalawi yang berpusat di Rejang Lebong, yang wilayah kekuasaanya sampai ke Sangir, Sungai Pagu, bersebelahan dengan wilayah kekuasaan Rajo Tiang Bungkuk (kerajaan Sungai Ngiang Kerinci).Puti Panjang Rambut mengambil nama yang sama dengan kakak ibu kandungnya (Puti Panjang Rambut I) yang pergi ke Jambi. Karena Puti Panjang Rambut belum menikah, maka Basa Ampek Balai ragu untuk mengangkatnya sebagai raja menggantikan ayahnya Tuanku Marajo Sati. Maka Basa Ampek Balai sepakat untuk mengangkat sepupunya, Dewang Pati Rajowano (Sultan Marajo Hakikat), putra dari abang kandung Tuanku Marajo Sati, yakni Dewang Bonang Sutowano (murid Syekh Maulana Maghribi). Ternyata pada hari penobatan, Dewang Pati Rajo Rajowano malah meletakkan mahkota kerajaan keatas kepala sepupunya, Puti Panjang Rambut. Maka jadilah Puti Panjang Rambut menjadi raja Minangkabau dengan gelar Yang Dipertuan Putri Rajo Alam Minangkabau.Ratu Minangkabau ini kemudian menikah dengan Anggun Cindai Nan Gunawan alias Tuan Keramat Sati alias Bujanggo Salamat alias Hyang Indo Jati, dari dinasti Makhudum di Sumanik, Bukit Siguntang-guntang Marapi. Hyang Indo Jati sempat diutus ke Sungai Ngiang Kerinci (Hulu Rawas) untuk berperang dengan Cina Kwantung. Puti Panjang Rambut mewarisi Istana Silinduang Bulan dari ibunya dan istana Ulak Tanjung Bungo dari ayahnya. Ibunya bernama Puti Reno Bungsu (Puti Silinduang Bulan). Istana Melayu Kampung Dalam diserahkannya kepada sepupunya Sultan Marajo Hakikat, tapi batal jadi raja.Ibu Puti Panjang Rambu yang bernama Puti Reno Bungsu adalah putri dari Ananggawarman. Jadi Puti Panjang Rambut ini adalah cucu dari Adityawarman.Puti Reno Bungsu mempunyai dua kakak perempuan bernama Puti Reno Selaras Pinang Masak dan Puti Panjang Rambut I.Diduga Tuanku Marajo Sati I, ayah Puti Panjang Rambut adalah mamak kandung dari ibunya sendiri. Bisa jadi ialah yang disebut Wijaya Warman dalam Silsilah Rajo Pagaruyung. Karena memang Ananggawarman tidak mempunyai seorang putra pun.Selepas mangkatnya Ananggawarman ini sempat terjadi konflik di istana karena tidak ada nya anak laki2 Ananggawarman.

3. Dang Tuanku

Ia adalah putra dari Puti Panjang Rambut II. Istrinya bernama Puti Kemuning Mego alias Puti Kemala Sani. Datuk Makhudum Sati, salah seorang anggota Basa Ampek Balai tinggal di Tapan. Tuanku Sumpur Kudus (Rajo Mangkuto Alam) tinggal di Inderapura. Raja Saruaso kawin dengan gadis Inderapura lalu berangkat ke Muko-muko, beranak Sutan Galomatsyah, menjadi raja di Manjunto.

Dang Tuanku menjadi raja di Inderapura menggantikan Sultan Baridinsyah, kakak dari Sultan Usmansyah yang berada di Toraja.Putra-putri Dang Tuanku adalah:1. Dewang Sari Deowano (Tuanku Marajo Sati II)2. Puti Reno Pati Dewi3. Dewang Peniting Putowano4. Puti Reno Sari Pati.Puti Reno Pati Dewi menikah dengan kerabat raja Rao, dikaruni anak Puti Reno Jato Jati. Dewang Peniting Putowano menjadi Raja Kemiting, Kerinci yang beranak Raja Ceranting, raja di Serampas dan Sungai Tenang. Sementara Puti Reno Sari Pati menjadi Putri Sang Hyang Rani Raiwani, menikah dengan Sang Hyang Pertalo Buwano, berpindah-pindah dari Inderapura ke Sangiang.
Sepeninggal Dang Tuanku (mengirap ke Inderapura), yang menjadi raja di Minangkabau adalah Cindurmato dengan gelar Rajo Mudo. Kemudian dilanjutkan oleh Sultan Lembang Alam, putra Cindurmato dengan Puti Reno Bulan, adik Puti Bungsu istri Dang Tuanku. Sultan Lembang Alam juga bernama kecil Dewang Ramowano (Rajo Bagindo) alias Sang Hyang Pertalo Buwano yang juga memerintah sampai ke Sangir. Adik perempuannya bernama Puti Lembak Tuah, bernama kecil Puti Lembak Tuah.
Setelah Dewang Ramowano, tahta Minangkabau kembali dipegang oleh keturunan Bundo Kanduang, yaitu Dewang Sari Deowano yang datang dari Inderapura.

4. Dewang Sari Deowano (Tuanku Marajo Sati II) (1514 -1539)

Ia menjadi raja di Minangkabau. Menikah dengan Puti Reno Rani Dewi. di masanya terjadi pemberontakan dan kudeta yang dilakukan oleh Dewang Pamowano Parakarama dari Ulu Tebo.

Ia sempat menyingkir ke Lipat Kain dan Kampar Kiri. sementara istrinya dan anak-anaknya menyingkir ke Koto Anau. Ia sempat menikah lagi dengan putri Aceh bernama Putri Ratna Kemala yang tidak dikaruniai anak.

Putra-putri Deowano dengan Puti Reno Rani Dewi:
1. Dewang Sari Megowano
2. Puti Reno Bulian (permaisuri Raja Koto Anau)
3. Puti Reno Kayangan Pagadewi (permaisuri Raja Sungai Nyalo, XI Koto Tarusan)
4. Puti Reno Mahligai Cimpago Dewi (permaisuri Raja Sungai Tarab [Tuan Titah?], Dewang Patualo Sanggowano Rajowano, Datuk Bandaro Putih VI) alias Datuk Gudam.

Pada masa beliau, Puti Pinang Masak diutus ke Kerajaan Cupak, Solok (bekas Kerajaan Tanjung Limau Purut) untuk dikawinkan dengan Tuanku Rajo Disambah yang tidak beroleh putra dari permaisurinya. Dari pernikahannya ini, Tuanku Rajo Disambah memperoleh putra yang kelak menjadi raja Cupak dengan gelar Tuanku Rajo Usali.Di masa vakumnya dinasti Tuanku Rajo Disambah, kekuasaan Cupak diambil alih oleh Datuk Yang Dipatuan. Puti Pinang Masak adalah putri kedua dari Puti Tabur Urai. Puti Tabur Urai sendiri adalah adik ipar dari Raja Sangiang.

5. Dewang Sari Megowano (1539 – ..)

Ia bergelar Daulat Yang Dipertuan Rajo Maharajo, atau Raja Maharaja.

Pertanyaannya:

Bagaimanakah dengan keluarga Cindurmato, ibunya Kambang Bandahari, putranya Sutan Lembang Alam dan Putrinya Puti Lembak Tuah? Kita tunggu tulisan berikutnya.

Dalam kaba Cindurmato dikatakan bahwa sepeninggal Dang Tuanku ke Inderapura. yang menjadi raja di Minangkabau adalah Cindurmato sendiri, yang menikahi Putrii Tuan Titah Di Sungai Tarab, Datuk Bandaro, yang bernama Puti Lenggogeni tapi sayangnya tidak dikaruniai anak. Selain itu Cindurmato juga menikahi Putri dari Rajo Bagindo yang bernama Puti Bungsu, beroleh dua anak : Sultan Lembang Alam (Sutan Amirullah) dan Puti Lembak Tuah. Sutan Amirullah kemudian menggantikan Cindurmato menjadi raja.

Sumber:

Dokumen Salimbado Buah Tarok karya Emral Djamal

2 Comments

  1. Arif

    Saya mau tanya, tentang raja Beremah dari Pagaruyung yg anaknya menikah dengan Dt.Paduka Berhala (Raja Jambi)

  2. mohamedyazman

    Kalau tak salah Raja Beremah itu ialah Ananggawarman.Anaknya Puti selaras Pinang Masak berkahwin dengan Raja Jambi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: