Tanjuang Kaciak

Kaum Pasukuan "Bujang Sambilan" dari Muaro Paneh Kubuang XIII di Bayang Nan VII – Pessel

Larut di Rantau


telah menjelang Bukit Pulai, tuan… lalu menurun ke Teluk Betung, oi… yang bermula kini dendang dimulai bukan untuk membawakan hati gembira) lepas dari Teluk Betung hari sedang pukul tujuh yang bernyanyi oh tuan…bukannya riang, tapi untuk penghibur hati yang rusuh) Rabu hari pasarnya Sungai Tunu ramai oleh anak Koto Gadang semenjak bulan ini muncul darah tak bisa lagi tenang, oh tuan..

turang diturang jala buruk penjala rambang di muara heranlah pandan dan durian asing ruang berlain isi Pilagan anak Punai Tanah Gila mengeram mangkuk jua Perahu diberi cadik Penyongsong riak dan gelombang Kuda melompat batu belah Turun ke lereng pendakian Dibelah betung dibelah Ambil seruas untuk tusuk gigi

Kalau kuhitung nasib yang buruk

Sebanyak rambut di kepala

Heranlah badan dengan bagian

Asing orang berlain diri

sejak secekam dari tanah

besar diangkat buruk jua

semenjak badan bisa membalik

besar ditimang nasib malang

jangan menduakan gerak Allah

suratan sudah dengan janjian

kita dibawah perintah Allah

apa yang terjadi akan didapati

kalau Painan pasar Salido ramai oleh anak orang Bayang entah pabila nasib begini akan dipisah dari yang malang Kalau Salido di tanah orang Bayang Painan pasarnya ramai Makanya ku turun dari jenjang Karena melarat di negeri kalau jadi pula pergi ke Bayang singgah sebentar di Api-api merantau jangan disangka senang kadang-kadang merusuh hati kalau jadi pula pergi ke Kambang di Surantih singgah sebentar kalau jadi besok ke rantau orang adik di kampung jelas akan ditinggal, oh adik..

kalau sudah tiba di pasar Kambang ada pula orang yang akan menjemput mengajak ke Padang Marapalam kalau tiba besok adik di rantau orang hidup umpama limau hanyut entah dimana tempat bermalam, oh adik… kalau lepas dari Air Haji hendak menjelang ke Negeri Lunang sudah kulihat ke badan diri siang tersiksa malam tak senang, oh tuan..

kalau lepas dari Siguntur hendak menjelang Sungai Lundang orang tercinta ke yang mujur kita terpinta ke yang malang mobil bernama si Erlindo kembali menambang dari Bayang daripada di rantau badan sengsara baik balik kita ke kampung, oh ibu… video disini : http://www.youtube.com/watch?v=jeSuySu0vfE

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: